Persib Bandung

Mario Gomez Sebut PSSI Tak Serius Bikin Liga Bersih, Banyak Pemain Asing Tolak Main di Indonesia

"Banyak pemain asing dan pelatih enggak mau datang ke sini. Mereka menolaknya, its no clean, jika kalian enggak berubah kalian enggak berkembang,

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Mario Gomez 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, sangat kecewa dengan sanksi untuk Persib Bandung yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (komdis) PSSI.

Larangan bertanding di luar Pulau Jawa tanpa dihadiri bobotoh sangat memberatkan.

Beberapa pemain pilar seperti Bojan Malisic, Ezechiel N Douassel, dan Jonathan Bauman harus absen dalam beberapa laga.

Buntut Persib Disanksi Komdis, Pamflet Bertuliskan Instal Ulang PSSI Banyak Beredar di Bandung

Menurut Gomez, hukuman terhadap Persib tidak masuk akal dan tidak adil.

Ia berargumen bahwa tim lain tidak mendapat perlakuan serupa.

Kejadian di Stadion Kanjuruhan putaran pertama lalu, saat Gomez mendapat luka di kepalanya tidak mendapat hukuman yang sama.


Menurutnya, jika situasi seperti ini tidak berubah, maka sepak bola Indonesia akan susah berkembang.

"Tapi untuk di Indonesia, kalian enggak bisa berkembang dengan situasi ini. Karena jika saya berbicara soal ini jawabannya adalah ya karena ini Indonesia. Ya terus kenapa? (Kalau di Indonesia)," ujar Gomez setelah memimpin latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (3/10/2018).

Pelatih asal Argentina ini menambahkan  stakeholder di sepak bola Indonesia ingin berkembang namun tak ada langkah serius yang dilakukan.

"Kalian terakhir berubah 1970 bukan? Setelahnya gak banyak perubahan. Ada apa dengan situasi ini?," katanya.


Bahkan, Gomez mengklaim bahwa banyak pemain asing yang menolak bermain di Indonesia.

Alasannya karena ketidakseriusan PSSI untuk membuat liga yang bersih

"Banyak pemain asing dan pelatih enggak mau datang ke sini. Mereka menolaknya, its no clean, jika kalian enggak berubah kalian enggak berkembang," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved