Kota Bandung Masih Krisis Air, Ini Solusinya Menurut Dirut PDAM

Krisis air di Kota Bandung makin meluas karena pasokan air dari turbin PLN setiap malam terhenti 3 - 4 jam.

Kota Bandung Masih Krisis Air, Ini Solusinya Menurut Dirut PDAM
Tribun Jabar/Tiah SM
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, ketika meninjau Situ Cipanunjang, Rabu (26/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Krisis air di Kota Bandung makin meluas karena pasokan air dari turbin PLN setiap malam terhenti 3 - 4 jam.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, usai melapor kondisi air PDAM ke Wali Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Rabu (3/10/2018).

Menurut, Sonny, PT Indonesia Power, pengelola listrik Jawa-Bali setiap 3-4 jam malam itu menghentikan produksi listriknya. Sehingga secara otomatis, air yang akan digunakan turbin untuk disalurkan ke PDAM pun jadi terhenti.

"Penghentian operasi oleh PLN, dampaknya turbin berhenti dan air buangan turbin pun tidak ada yang mengalir ke instalasi Badaknya," ujar Sonny.

Sonny mengatakan akibat adanya penghentian 4 jam setiap malam kehilangan air sekitar 500-1000 liter/detik.

Menurut Sonny, walau hujan sudah ada, belum mencukupi pasokan air sehingga saat ini pelanggan PDAM yang terganggu pasokan airnya mencapai 30 persen dari 170 ribu pelanggan.

Sonny tidak bisa menjamin ketersediaan air dalam dua pekan ke depan jika hujan tidak kunjung datang, karena Situ Cileunca dan Cipanunjang sebagai air baku PDAM masih surut.

Wajah Baru Ratna Sarumpaet Setelah Jalani Sedot Lemak di Bagian Pipi

Sempat Bela Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Berubah Sikap: yang Dilakukannya Sebuah Pekhianatan

Masih kata Sonny, pihaknya sudah melaporkan kondisi terkini PDAM dan berencana mencari solusi.

"Bersama-sama kami mendorong pemerintah pusat dan provinsi agar segera menyediakan tandon air, kolam, atau pengerukan sungai," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Tiah SM
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help