Setelah KTP Elektronik, Nanti Segera Hadir Kartu Nikah Elektronik

Pada PMA baru itu turut mengatur hal segala tentang pencatatan perkawinan, mulai dari pendaftaran kehendak perkawinan

Setelah KTP Elektronik, Nanti Segera Hadir Kartu Nikah Elektronik
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi: artis Olla Ramlan dan Muhammad Aufar Hutapea saat menunjukan buku nikah seusai melakukan akad nikah di masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat, Kamis (20/12/2012).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak lama lagi Kementerian Agama akan meluncurkan kartu nikah elektronik, sebagaimana telah diterbitkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) baru tentang Pencatatan Perkawinan.

PMA baru tersebut diterbitkan menjadi PMA No 19 tahun 2018 penyempurnaan dari PMA No 11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah, kini menjadi Pencatatan Perkawinan.

Pada PMA baru itu turut mengatur hal segala tentang pencatatan perkawinan, mulai dari pendaftaran kehendak perkawinan, pengumuman kehendak perkawinan, pelaksanaan pencatatan perkawinan, hingga penyerahan Buku Pencatatan Perkawinan yang baru-baru ini akan diluncurkan berupa kartu elektronik.

Kota Palu Ternyata Pernah Diterjang Tsunami Setinggi 15 Meter

Menurut Penyusun Bahan Pembinaan Kemitraan Kemenag Kota Bandung, Asep Burhanudin, mengatakan kartu nikah tersebut akan segera diluncurkan.

"Mudah-mudahan di tahun 2019 sudah ada keputusan untuk diluncurkan," kata Asep Burhanudin (41) di Kantor Kemenag Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta No 498, Kota Bandung, Senin (1/10/2018).


Asep mengatakan kemungkinan buku nikah elektronik akan mulai direalisasikan tahun 2019 di daerah dan kota, termasuk Kota Bandung, karena pihak pusat sudah melaunchingnya dan sudah tersedia sampling.

Hanya saja, menurut Asep, hal itu belum bisa diputuskan untuk dipergunakan oleh KUA tingkat Daerah maupun Kota.

Pasalnya hal tersebut masih dalam tahap sosialisasi dan pengembangan seiring dengan diluncurkannya juga aplikasi berbasis web SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah).


Menurut Asep, saat ini persiapan realisasi kartu nikah elektronik dalam masa review untuk tingkat kota dan daerah.

"Di KUA Daerah dan Kota belum terealisasikan untuk sekarang ini, masih tahap sosialisasi, untuk user untuk daerah masih diminta untuk direview terlebih dahulu," kata Asep.

Terlebih ada faktor lainnya yang masih dalam tahap pengadaan, yaitu sarana yang belum cukup terpenuhi.

Semisal bahan, alat print atau printer khusus pencetakan kartu elektronik, dan user Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4).

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved