Persib Bandung

Komunitas Bobotoh Medic, Siap Siaga Ketika Persib Bandung Berlaga

"Tidak semua anggota komunitas ini mengerti medis, sebagian memang pegawai rumah sakit tetapi ada juga bobotoh umum yang ikut membantu," ujar Ujang.

Komunitas Bobotoh Medic, Siap Siaga Ketika Persib Bandung Berlaga
istimewa
Anggota bobotoh medic Indonesia yang membantu keselamatan bobotoh Persib 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keloyalan para pendukung klub Persib Bandung tak usah diragukan lagi.

Beberapa bobotoh -julukan pendukung Persib- seringkali dinilai buruk karena membuat onar, bahkan aksinya terkadang meresahkan warga ketika klub sepak bola andalannya bertanding.

Namun ternyata ada segelintir bobotoh yang memiliki kegiatan bermanfaat dan membantu para bobotoh lainnya ketika mengalami musibah saat menonton pertandingan.

Adalah bobotoh medic yang telah terbentuk sejak 28 Desember 2014. Wakil Ketua Bobotoh Medic, Ari Sandy mengatakan komunitas ini terbentuk karena inisiatif yang muncul ketika bobotoh ikut pergi menonton pertandingan ke Palembang.

"Pengagasnya adalah Rendy, setelah pertandingan di Palembang Ia membuat media sosial dan mengajak bobotoh lainnya untuk bergabung ke bobotoh medic," ujar Ari di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi No 7, Selasa (25/9/2018).

Pria yang lebih akrab disapa Emon ini mengatakan, tujuan dari adanya komunitas bobotoh medic adalah untuk membantu bobotoh yang terluka ketika di stadion.

"Kami biasanya tersebar di berbagai tribun stadion untuk jaga-jaga kalau ada penonton yang pingsan dan terluka," ucap Emon.

Kedatangan Emon ke Bandung Creative Hub, tidak sendirian, Ia ditemani oleh koordinator lapangan, Ujang Ruhana yang merupakan seorang perawat di rumah sakit Al-Islam.

anggota bobotoh medic saat hadir di stadion melihat pertandingan Persib
anggota bobotoh medic saat hadir di stadion melihat pertandingan Persib (istimewa)

"Tidak semua anggota komunitas ini mengerti medis, sebagian memang pegawai rumah sakit tetapi ada juga bobotoh umum yang ikut membantu," ujar Ujang.

Ujang mengatakan beberapa dokter dan perawat rumah sakit ada yang ikut bergabung membantu bobotoh medic untuk berbagi ilmu.

"Kita juga memberikan bantuan hidup dasar dan pelatihan bagi bobotoh yang non medis," ucap Ujang.

Siapapun bisa bergabung dengan komunitas ini, tidak dibatasi usia dan pekerjaan yang digeluti saat ini.

Saat ini anggota bobotoh medic telah tersebar di berbagai daerah hingga Merauke. Emon mengatakan jumlah anggota yang terdata mencapai 500 sedangkan di luar itu anggota yang belum terdata mencapai 2.000 anggota.

Komunitas ini juga dibantu oleh tim medis Persib, Dokter Raffi Ghani sebagai penasihat yang membantu komunitas bobotoh medic.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved