Bekas Area Limbah Medis Panguragan Kembali Dicek Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengecek tanah di bekas area limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/9/2

Bekas Area Limbah Medis Panguragan Kembali Dicek Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
TRIBUN JABAR / SITI MASITHOH
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengecekan tanah di bekas area limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengecek tanah di bekas area limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/9/2018).

KLHK akan menghitung luas area terdampak pencemaran limbah medis di area bekas limbah medis dari empat desa di Kecamatan Pangurangan.

Dikabarkan sebelumnya, ada 13 gudang bekas limbah medis yang ditutup pada Desember 2017.

Gudang limbah medis itu tersebar di Desa Panguragan, Desa Panguragan Lor, Desa Panguragan Kidul, dan Desa Panguragan Wetan.

Sejak ditutupnya limbah medis tersebut, tidak ada lagi aktivitas pekerja di gudang.

Namun, di sana masih ada limbah medis yang tersisa. Bahkan, limbah yang belum diangkut itu menimbulkan bau yang tidak sedap.

Sscn.bkn.go.id Belum Dapat Diakses, Ini Saran dari BKN

Miliarder Jepang Akan Jadi Turis Pertama ke Bulan, Biayanya Seperlima Biaya Pembuatan Roket

"Dari empat desa ini tidak semuanya terkontaminasi. Itu kami sedang menghitung berapa luasannya yang terkontaminasi," ujar Kasi PSLH melalui pengadilan direktorat KLHK, Mimin Solihah, saat ditemui di Desa Panguragan Lor, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, jika berdasarkan prosedur, gudang bekas limbah medis tersebut harus dibersihkan.

Misalnya, pada saat penyegelan gudang itu, setiap menggali tanah terdapat limbah medis semisal jarum suntik.

"Satu di antara yang sudah dilakukan KLHK adalah melakukan clean up di daerah sungai atau di tempat pembuangan sampah (TPS)," kata dia.

Dalam pengecekan tanah itu, KLHK berharap dapat berkoordinasi dengan direktorat lainnya.

Pada kegiatan tersebut, KLHK membawa dua ahli evaluasi lingkungan yang akan melihat dampak dari sosial ekonomi warga akibat limbah medis tersebut.

"Kami sedang menyisir mencari informasi terhadap masyarakat, bagaimana kesehatan karena kami juga membawa ahli toksikologi terkait kesehatannya," katanya kepada Tribun Jabar.

Aset Setya Novanto Akan Disita jika Tak Mampu Lunasi Uang Pengganti

Al Ghazali Ternyata Kecelakaan, Ini Kronologis yang Diungkapkan Ahmad Dhani

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved