Mengenal Komunitas Pahlawan Bencana, Berbagi Ilmu Soal Bencana Melalui Dongeng

Kami sama-sama memiliki keresahan terhadap kondisi lingkungan yang setiap jengkalnya berpotensi menimbulkan bencana

Mengenal Komunitas Pahlawan Bencana, Berbagi Ilmu Soal Bencana Melalui Dongeng
Istimewa
Anggota Komunitas Pahlawan Bencana tampak serius saat bercerita tentang kebencanaan dan cara meresponnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tak selamanya menjadi relawan itu harus turun lapangan saat terjadi bencana. Ada juga yang berperan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Itulah yang dilakukan Komunitas Pahlawan Bencana, sebuah komunitas yang terbentuk pada 2014.

Komunitas Pahlawan Bencana merupakan perkumpulan anak muda Bandung yang gemar berbagi ilmu tentang menangani bencana kepada masyarakat, khususnya di kawasan Bandung Raya.

Ina Winangsih, pemateri Kurikulum Komunitas Pahlawan Bencana, mengatakan komunitas ini berawal dari pertemanan lintas disiplin ilmu yang memiliki satu visi dalam hal pengetahuan bencana alam.

"Kami sama-sama memiliki keresahan terhadap kondisi lingkungan yang setiap jengkalnya berpotensi menimbulkan bencana. Bencana alam bisa merenggut nyawa hingga trauma berkepanjangan. Karena itu, langkah pencegahan harus tersampaikan dan dikuasai masyarakat. Dari situlah komunitas kami terbentuk," ujar Ina Winangsih kepada Tribun Jabar saat ditemui di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Selasa (18/9/2018) siang.

Imbas Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK di Mapolrestabes Bandung Meningkat 500 Persen

Tiga Anak Berhasil Kabur Setelah Disekap oleh Ibu Angkatnya, Ada Luka Sundutan Rokok di Badannya

Komunitas Pahlawan Bencana, ucapnya, memiliki tujuan untuk meningkatkan dan menguatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana (PRB).

Fokus komunitas ini adalah kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pendekatan perubahan prilaku.

Basecamp atau tempat berkumpul komunitas itu berlokasi di Jalan Pahlawan No. 57E, Kota Bandung.

Di sana mereka kerap membahas materi dan metode pengajaran baru. Mulai dari alat peraga, penyampaian dongeng, hingga lagu baru bernuansa anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Fasko dehotman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help