Beredar Gambar Jembatan di Bandung Barat Terputus, Warga Panjat Tiang Jembatan, Ini Kondisi Aslinya!

Beredar banyak meme atau imej yang isinya menceritakan kondisi jembatan di Kampung Cikaroya RT 1/7, Bandung Barat, terputus.

Medsos/TribunJabar/Muhammad Nandri
Kondisi jembatan yang berada di Kampung Cikaroya RT 1/7, tepatnya perbatasan antara Desa Jati dan Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Bandung Barat (kanan). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, SAGULING - Beredar banyak meme atau imej yang isinya menceritakan kondisi jembatan di Kampung Cikaroya RT 1/7, perbatasan antara Desa Jati dan Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Bandung Barat.

Dalam meme itu, di antaranya menggambarkan sejumlah orang sedang menaiki tiang jembatan yang rusak untuk menyeberang. Dia harus bersusah payah menaiki tiang beton, sementara dua orang lainnya menunggu di atas.

Pesan gambar itu bisa jadi agar pemerintah memberikan perhatian, jembatan tersebut segera dibangun agar masyarakat mudah menyeberang dan aman.

Aura Kasih Bocorkan Ciri-ciri Sang Pacar, Ternyata Bule dan Umurnya Lebih Muda

Bagaimana kondisi sesungguhnya di lapangan?

Kondisi jembatan yang berada di Kampung Cikaroya RT 1/7, tepatnya perbatasan antara Desa Jati dan Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Bandung Barat,  tidak seperti apa yang tersebar di media sosial facebook ataupun instagram. 

Dari pantauan Tribun, kondisi jembatan memang pernah terputus, tetapi kini jembatan tersebut sudah disambungkan oleh warga masyarakat dengan menggunakan anyaman bilahan bambu.

Musim kemarau yang panjang membuat kondisi sekitar jembatan pun tampak gersang dan tanaman pun banyak yang mengering. 

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun, wilayah jembatan itu merupakan tanah milik Indonesia Power Saguling, sehingga pemerintah daerah pun tak dapat merenovasi jembatan yang rusak menjadi lebih layak dilalui baik pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.

Ridwan Kamil Luncurkan Program Jabar Quick Response, Respon Cepat Buat Kasus Sosial yang Darurat

Sekretaris Desa Jati, Deden Sulaeman mengungkapkan sebenarnya aparat pemerintahan desa ingin membangun atau merenovasi jembatan Cikaroya itu, namun lokasi jembatan termasuk pada area genangan bendungan Saguling.

"Jika jembatannya dinaikkan pun akan memakan biaya yang besar dan mesti gunakan APBN," katanya di Kantor Desa Jati, Selasa (18/9/2018).

Ketika musim penghujan, kata Deden air bendungan pun naik volume airnya hingga dua metet bahkan melebihi jembatan, sehingga mengharuskan warga melewatinya menggunakan rakit. Selain itu, Deden juga menegaskan ada jalan lain selain jalan yang melewati jembatan itu, dengan perlu memutar hingga 4 kilometer.

"Akses jalan lain ada kok, hanya warga memilih lewat sana karena ingin cepat saja," ujarnya seraya menyebut setiap musim penghujan pasti naik kondisi air. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved