Diprotes PKL, Panitia HUT Brotherhood Klaim Kantongi Izin Gelar Acara di Monumen Perjuangan

Budi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengurusi dan mengantongi izin untuk menggunakan Lapangan Monumen Perjuangan.

Diprotes PKL, Panitia HUT Brotherhood Klaim Kantongi Izin Gelar Acara di Monumen Perjuangan
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Brotherhood 1 % MC di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, 15-17 September 2018 berlangsung meriah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Brotherhood 1 % MC yang digelar di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, 15-17 September 2018 berlangsung cukup meriah.

Namun, dibalik kesuksesannya muncul sebuah isu yang miring tentang acara tersebut.

Hal itu adalah, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan pada hari Minggu di Lapangan Monumen Perjuangan, jadi tak bisa berjualan, lantaran 'lapak' biasa mereka berdagang digunakan untuk acara Brotherhood.

Salah seorang pedagang bernama Roni, mengatakan bahwa ia merasa acara tersebut cukup menghambat rutinitasnya berjualan.

"Saya jadi susah berjualan, biasanya saya buka lapaknya di daerah sini (lapangan)," ujar Roni kepada Tribun Jabar, Minggu (16/9/2018).

Roni mengaku, ia terpaksa mencari tempat lain, karena lapak yang biasa ia gunakan tak bisa digunakan, lantaran ada acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Brotherhood 1 % MC.

"Biasanya memang acara adanya hari Sabtu, jadi tidak menganggu kami," katanya.

Ditemui terpisah, Ketua Pelaksana Perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Brotherhood 1 % MC, Budi Chau, meminta maaf karena menganggu kegiatan para PKL.

Budi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengurusi dan mengantongi izin untuk menggunakan Lapangan Monumen Perjuangan.

Halaman
12
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved