Ketua PKS Jabar Sebut Sabiqin Mundur dari PKS karena Yayasannya Melarang Aktif di Parpol

"Sepemahaman saya, permintaan baiat ulang di mana bagi yang tidak melaksanakan dianggap keluar dari jamaah

Ketua PKS Jabar Sebut Sabiqin Mundur dari PKS karena Yayasannya Melarang Aktif di Parpol
web
Logo PKS 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - menanggapi pengunduran diri kadernya, Muhammad Sabiqin, dari keanggotaannya di PKS, Ketua DPW PKS Jabar, Nur Supriyanto, mengatakan hal tersebut tidak berkaitan dengan baiat ulang.

"Pak Sabiqin sudah lama mengundurkan diri dari PKS, disebabkan yayasan di mana beliau mengajar, melarang beliau aktif di partai," kata Nur Supriyanto melalui ponselnya, Sabtu (15/9/2018).

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kader PKS, di antaranya Mohammad Sabiqin,mengundurkan diri dari jabatan struktural Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat. Melalui surat pengunduran diri yang dia buat, Sabiqin menyampaikan alasannya memutuskan mundur dari PKS.

Tim Sinkronisasi, 5.500 Usulan, 560 Anggota terdiri 10 Profesor dan 133 Doktor, Hasilkan 742 Program

Di dalam suratnya, dia menolak untuk berbaiat ulang kepada partai pasca putusan Dewan Syariah Pusat (DSP) yang meminta seluruh kader partai untuk berbaiat ulang. Sebab, menurutnya permintaan baiat ulang itu otomatis membatalkan baiat yang telah dilakukan seluruh kader partai.


"Sepemahaman saya, permintaan baiat ulang di mana bagi yang tidak melaksanakan dianggap keluar dari jamaah, itu adalah bentuk pembatalan baiat bagi seluruh kader PKS di manapun berada sejak diterbitkannya Tadzkirah DSP tersebut dan baru dianggap sebagai kader lagi setelah menjalankannya," ungkap Sabiqin dalam suratnya yang ditulis di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

"Maka dengan ini saya ikrarkan bahwa saya tidak bersedia berbaiat ulang sebagaimana yang diamanatkan Tadzkiroh DSP," katanya.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabiqin membenarkan surat pengunduran diri itu. Selain itu, dia menyebutkan alasan lain yang membuat dia meninggalkan PKS.


"Betul. Sebab lainnya yaitu karena partai tak bisa mengelola konflik. Bagaimana mau memimpin negara kalau mengelola internal saja gagal," ujarnya.

"Yang beda pandangan dipecat dan didorong untuk keluar dari PKS dan akhirnya tidak nyaman saja berada di PKS," sambung Sabiqin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kaderisasi DPW PKS Jawa Barat.

Sebelumnya, beredar surat dari Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS bernomor 60/T/DSP-PKS/1439 tentang komitmen (Iltizam) kepada jamaah.

Surat bertanggal 15 Agustus 2018 itu berisi rekomendasi kepada DPP PKS untuk memerintahkan kepada setiap kader melakukan ta'ahhud lisan dan tertulis setelah membaca dan memahami tadzkirah sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap syariat dan jamaah.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved