Pilpres 2019

Politisi Nasdem Komentari Buni Yani yang Bergabung Jadi Timses Prabowo-Sandiaga

Sambil tersenyum kepada wartawan, Irma tidak merasa masuknya Buni Yani akan berpengaruh terhadap potensi dugaan politik identitas atau SARA.

Politisi Nasdem Komentari Buni Yani yang Bergabung Jadi Timses Prabowo-Sandiaga
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Terdakwa Buni Yani bangkit dari kursinya meneriakan "Allahu Akbar" seusai majelis hakim menjatuhkan vonis pada sidang putusan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (14/11/2017). Dalam putusannya majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Buni Yani dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, karena perbuatan terdakwa dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kabar masuknya Buni Yani ke kubu pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno disoroti oleh Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Irma Suryani Chaniago.

"Semoga Buni Yani tobat, enggak bicara hoaks dan fitnah lagi," ujar Irma di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Sambil tersenyum kepada wartawan, Irma tidak merasa masuknya Buni Yani akan berpengaruh terhadap potensi dugaan politik identitas atau SARA.

"Kan sudah ada batasan-batasannya oleh KPU, enggak boleh kampanye SARA, fitnah, hoaks," tambah politisi NasDem ini.

Seperti diketahui, Buni Yani sendiri pada beberapa hari lalu akan ditempatkan di tim media sosial.

Hal tersebut dikatakan Ketua Timses Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.

"Insya Allah saya suruh masuk timses Prabowo-Sandiaga," ujar Djoko di kediamannya di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved