Kampus

Mendag Enggartiasto Lukita, Isi Kuliah Umum di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI

Enggar, mengisi kuliah umum tersebut untuk mahasiswa baru khususnya pada fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI.

Mendag Enggartiasto Lukita, Isi Kuliah Umum di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, tengah menyampaikan kuliah umum di podium Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Jumat (14/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mengisi kuliah umum tentang Kebijakan Perdagangan dalam Menghadapi Pasar Global di Era Revolusi Industri 4.0.

Kuliah umum tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudhi No 229 Isola Sukasari Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Sejumlah mahasiswa baru tampak antusias menghadiri kuliah umum tersebut, tak terkecuali bagi Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI, Agus Rahayu, yang juga turut hadir.

Enggar, mengisi kuliah umum tersebut untuk mahasiswa baru khususnya pada fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI.

Mahasiswi Telkom University Bandung yang Hilang Itu, Ternyata Anak Dosen Seskoad

Enggar menyampaikan materi terkait menyikapi revolusi industri 4.0 yang terjadi di Indonesia.

Menurutnya ada dua faktor utama tantangan negara yang seharusnya dihadapi dan dijawab secara holistik saat ini, yaitu peningkatan daya saing nasional dan elektabiltasnya.

"Bagaimana permbangunan-pembangunan yang telah dikerjakan pemerintah adalah untuk itu," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui Tribun Jabar pada Kuliah Umum Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI, Jalan Setiabudhi No 229 Bandung, Jumat (14/9/2018).

Artis Cantik Niken Anjani Lakukan Hal Ini Dua Kali Setahun untuk Hilangkan Penat

Adapun untuk menyikapi revolusi industri 4.0 tersebut, Enggar menjelaskan terjadi era yang berubah, bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat meninggalkan yang lambat.

Dia mengungkapkan pemerintah akan terus berpacu membangun berbagai potensi nasional, karena tanpa itu negara tidak mungkin bisa cepat untuk kompetitif.

Lebih aktif mengusulkan atau merundingkan perjanjian perdagangan dengan beberapa kelompok negara potensial.

Menurutnya 10 tahun sudah negara berjalan ekonomi pemerintahan, belum ada satupun perjanjian yang diselesaikan, karena negera tidak bisa menutup diri.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help