Mendag Enggartiasto Jawab Tudingan Rizal Ramli: Mungkin Rizal Tidak Bisa Buka Website

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menanggapi tudingan Rizal Ramli yang menyebutnya 'biang kerok' karena kebijakan impor.

Mendag Enggartiasto Jawab Tudingan Rizal Ramli: Mungkin Rizal Tidak Bisa Buka Website
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita tengah diwawancarai seusai acara di Fakultas Pendidikan Ekonomi Bisnis UPI Bandung, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menanggapi tudingan Rizal Ramli yang menyebutnya 'biang kerok' karena kebijakan impor.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramil yang menyebutkan bahwa Enggar melakukan impor secara berlebihan, sehingga membuat rupiah melemah terhadap dolar AS, dalam sebuah program di stasiun televisi.

Enggar, sebutan akrabnya, menegaskan keputusan pemerintah melakukan impor, semisal beras berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) mufakat lebih dari satu kementerian.

Lanjut dia, keputusan pemerintah lakukan impor beras bukanlah keputusan asal-asalan. Namun melalui rapat koordinasi beberapa kementerian.

Mendag Enggartiasto Lukita, Isi Kuliah Umum di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI

"Kalau sekarang itu melalui rapat koordinasi, yang dipimpin oleh menteri perekonomian, hadir menteri pertanian, hadir saya, dan dirut bulog, membahas berapa kebutuhan impornya, atas dasar kebutuhan itu saya mengirim surat kepada bulog agar dia melakukan impor," ujar Enggar saat ditemui Tribun Jabar di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jumat, (14/9/2018).

Menurutnya, bahkan Bulog telah melakukan lelang tender secara terbuka dan transparan. Hal itu dipublikasikan melalui website resmi.

"Mungkin pak Rizal tidak bisa buka website, harusnya ada di website itu," sindirnya.

Enggar mengira barangkali Rizal Ramli Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu lupa semasa dirinya menjabat berbeda, dengan gayanya bermain tunjuk-menunjuk saja.

Cetak Gol di Laga Persib Bandung Vs Arema FC, Bukti Lord Atep Belum Habis

Demikian penyelamatan Mendag terhadap kurs rupiah menurut Enggar telah dilakukan pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

Untuk melakukan Impor pihaknya telah bekerjasama dengan kementerian lain, dengan dikenakan pph pasal 22.

Begitupun Enggar mengungkapkan tidal ada keran Impor yang ditutup, karena sudah berjalan berdasarkan perjanjian yang telah ditentukan.

Untuk saat ini pihaknya akan terus menggenjot dan mendorong ekspor.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help