Komunitas Pahlawan Bencana, Ibu dan Anak Belajar Siaga Menghadapi Bencana

Para orang tua yang hadir pun juga tampak serius mendengarkan intruksi para kurikulum (pemateri) dari Komunitas Pahlawan Bencana.

Komunitas Pahlawan Bencana, Ibu dan Anak Belajar Siaga Menghadapi Bencana
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Sejumlah orang tua dan anak-anak batita tampak serius mendengarkan intruksi dari Ina winangsih, Kurikulum Komunitas Pahlawan Bencana, tentang penggunaan Emergency Blanked untuk selimut darurat, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunitas Pahlawan Bencana hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Belajar Siaga khusus orang tua dan anak-anak batita.

Kegiatan tersebut diselenggarkan di Rumah Main Cikal Bandung, Jalan Bengawan No 23, Cihapit, Kota Bandung, Jumata (14/9/2018) siang.

Sebanyak 14 orang ibu-ibu muda dan anak batita tampak beghitu antusias selama kegiatan Belajar Siaga berlangsung, sejak pukul 13.00 WIB.

Berada di dalam ruangan yang cukup luas dengan hiasan dan pajangan bertemakan dunia anak, terdengar tawa riang anak-anak batita yang menandakan kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti.

Para orang tua yang hadir pun juga tampak serius mendengarkan intruksi para kurikulum (pemateri) dari Komunitas Pahlawan Bencana.

Soal Tulisan Dont Playground With Us di Koreo Persib Vs Arema, Begini Kata Konseptornya

Ina winangsih, Kurikulum Komunitas Pahlawan Bencana, mengatakan, kegiatan Belajar Siaga ini bertujuan untuk menanamkan kesiap siagaan untuk anak, orangtua, dan guru.

"Kegiatan Belajar Siaga untuk hari ini, kami ajarkan ke mereka tentang sikap merespon dalam menghadapi bencana gempa, banjir, longsor dan tsunami," ujar Ina kepada Tribun Jabar, ditemui setelah digelarnya kegiatan Belajar Siaga, di kawasan Rumah Main Cikal Bandung, Jumat (14/9/2018) sore.

Lanjut kata Ina, sikap merespon itu bisa dilakukan para orang tua dengan mempersiapkan tas siaga, seperti tas tahan air yang berisikan perlengkapan obat-obatan, dan makanan, serta Emergency Blanked untuk selimut darurat.

Hal itu dilakukan, agar para orang tua yang memiliki anak batita dan balita bisa bertahan hidup dalam menghadapi bencana sebelum mendapatkan bala bantuan.

Halaman
12
Penulis: Fasko dehotman
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved