Rumah Pak Eko Terkurung Bangunan

Rumah Pak Eko Terkepung Tembok, DKP3 Kota Bandung Soroti Soal Tata Ruang

Pertanyaan apakah rumah pak Eko sudah memenuhi persyaratan. Dan rumah yang menghimpit juga sesuai tata ruang.

Rumah Pak Eko Terkepung Tembok, DKP3 Kota Bandung Soroti Soal Tata Ruang
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Seorang warga menyaksikan rumah milik Eko Purnomo (37) yang terkurung tembok rumah tetangganya di Kampung Sukagalih RT 05 RW 06, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (11/9/2018). Selain terkurun rumah warga, sejak 2016 rumah tersebut sudah tidak dihuni lagi akibat tidak ada akses jalan menuju rumah. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, turut menyikapi persoalan rumah Pak Eko yang mendadak menjadi sorotan karena terkepung oleh beberapa rumah tetangganya.

Sehingga rumah Pak Eko tidak mempunyai akses jalan untuk masuk. Rumah tersebut terletak di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Begini Kata Pelatih Arema FC tentang Laga Melawan Persib Bandung di Stadion GBLA Besok

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Kawasan Permukiman DPKP3, Yuliani mengatakan, aturan tata ruang permukiman harus ditaati oleh semua warga di Kota Bandung.

Menurutnya, apabila tidak dilaksanakan serta diikuti tentu ada hukuman sesuai aturan yang ditentukan.

"Pertanyaan apakah rumah pak Eko sudah memenuhi persyaratan. Dan rumah yang menghimpit juga sesuai tata ruang. Jadi fokusnya ke situ," ujar Yuliani, saat ditemui Tribunjabar.id, di Jalan Kopo, Kota Bandung, Rabu (12/9/2018).

Yuliani mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai persoalan tersebut.

Video Viral, Ibu Penjual Ombus-ombus Nyanyikan Lagu Jokowi, Semua Program Terangkum dalam Lirik

Menurutnya, ia menyarankan pada saat membangun bangunan rumah harus telah legal melalui bukti izin mendirikan bangunan (IMB).

"Karena pengawasan pemerintah dan itu harus dicek aturan tata ruang. Baru kembali ke permasalahan itu," ujar Yuliani.

Yuliani menuturkan jarak antar rumah atau bangunan itu sudah terdapat aturan yang mengatur dalam peraturan daerah (Perda) Kota Bandung.

"Di perda baru sudah ada aturannya. Tapi saya belum update, semua ada disitu aturan-aturan bangunan umum," katanya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help