Pembunuhan Karyawati BRI di Lembang, Pisau Dapur Jadi Petunjuk, Anak Korban Jadi Saksi Kunci

"Berarti patut ‎diduga bahwa di rumah korban hanya ada berdua saja, anak dan ibunya itu," kata Trunoyudo.

Pembunuhan Karyawati BRI di Lembang, Pisau Dapur Jadi Petunjuk, Anak Korban Jadi Saksi Kunci
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Ela Nurhayati (42) perempuan yang tewas bersimbah darah di kediamannya Kampung Pangragajian RT 3/9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, di mata keluarga merupakan orang yang sangat baik dan tertutup. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Anak mendiang Ela Nurhayati (42), karyawati BRI yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di rumah kontrakannya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi saksi kunci kematian ibunya.

‎"Anak korban jadi saksi kunci. Tapi anak ini perlu pendampingan tim ahli karena termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK)," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (12/9/2018).

Oded Naikan Anggaran RW di Bandung Jadi Rp 200 Juta Per RW dan Hapus Rapor Merah Warga

Pasalnya, saat kejadian, hanya ada satu orang yang berada di dalam rumah korban yakni anak tersebut. Berdasarkan kronologi pascakejadian, seorang tetangga korban melihat anak tersebut keluar rumah sambil menangis, membawa ponsel dan pakaiannya yang berlumuran darah.

Saksi yang juga tetangga korban kemudian masuk ke rumah dan melihat korban tergeletak bersimbah darah serta pisau berada di dekatnya.


"Berarti patut ‎diduga bahwa di rumah korban hanya ada berdua saja, anak dan ibunya itu," kata Trunoyudo.

Berdasarkan bukti yang diamankan polisi, salah satunya diduga pisau jenis pisau dapur. Pisau tersebut diduga digunakan pelaku untuk membunuh Ela. Pisau itu kini sedang diselidiki untuk mengetahui sidik jarik siapa yang memegang pisau tersebut kemudian apakah pisau tersebut berasal dari luar rumah atau justru ada di dalam rumah.

"‎Jenisnya pisau dapur, sekarang sedang divisum, benar enggak alat itu yang digunakan meski ada darah tapi tetap harus dicek lagi untuk memastikan sehingga pembuktiannya ilmiah. Kemudian untuk mengetahui dan memastikan pisau berasal dari luar rumah atau ada di dalam rumah," ujar Trunoyudo.


Polisi telah meningkatkan kasus ini menjadi penyidikan dari sebelumnya penyelidikan. Penyidikan ditetapkan setelah polisi mengantongi dua alat bukti.

"Kasusnya sudah penyidikan tapi belum ada penetapan tersangka. Kemudian untuk anak tersebut sampai saat ini masih minta pendampingan psikolog mengingat anak ini berkebutuhan khusus," ujarnya.

Ditanya soal pelaku pembunuhan ini apakah melibatkan orang terdekat karena melihat dari pisau yang digunakan adalah jenis pisau dapur, ia belum bisa memastikannya.

"Untuk pelaku orang dekat atau tidak belum bisa dipastikan dan tidak bisa dikira-kira. Nanti setelah penyidikan terhadap alat bukti yang ada dikaitkan dengan saksi-saksi baru terungkap," katanya.‎

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved