Rumah Pak Eko Terkurung Bangunan

Ini Penjelasan Lurah Soal Rumah Tak Punya Akses Keluar-masuk di Ujungberung

Saat itu, pemilik tanah tersebut menawarkan sebagian lahannya untuk dibeli Eko agar bisa dibangun akses jalan.

Ini Penjelasan Lurah Soal Rumah Tak Punya Akses Keluar-masuk di Ujungberung
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Warga memperlihatkan jalur gang yang memblokade rumah milik Eko, di Kelurahan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lurah Pasirjati, Omi Rusmiati, mengatakan, upaya musyawarah sebenarnya sudah dilakukan oleh pihaknya untuk mencari solusi permasalahan yang dialami Eko Purnomo (37).

Seperti diketahui, Eko mengaku akses jalan rumahnya yang berada di Kampung Sukagalih RT 05 RW 06, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung diblok oleh beberapa bangunan yang dibangun di sekelilingnya sejak 2016.

"Sebetulnya sudah ada mediasi atau musyawarah pada tahun 2016. Waktu itu hadir empat pihak yang punya tanah atau yang mau membangun bangunan itu. Upaya mediasinya gagal," ujar Omi saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Selasa (11/9/2018).

Dia mengatakan, upaya musyawarah pada tahun 2016 itu gagal karena Eko menolak solusi yang ditawarkan oleh pemilik tanah yang berada di depan rumahnya.

Saat itu, pemilik tanah tersebut menawarkan sebagian lahannya untuk dibeli Eko agar bisa dibangun akses jalan.

"Waktu itu harga yang dikasih itu Rp 6-12 juta. Tapi Ekonya menolak tawaran itu," ujar Omi.

Karena Eko menolak solusi itu, lanjutnya, akhirnya tanah yang berada di depan rumahnya itu dibangun, tak menyisakan akses jalan.

Ada Rumah Terkurung Tembok di Bandung, Oded Minta Aparat Selesaikan

Benny Moerdani Membangkang Enggan Dilatih Komandan Pertama Kopassus, Ini Alasannya

Rumah Pak Eko di Bandung Dikepung Rumah Tetangga, Camat Cek Lokasi, Ini Denahnya!

Kendati demikian, kata Omi, masih ada pemilik tanah dan bangunan yang berada di samping rumah Eko yang berbaik hati memberi akses jalan.

"Jadi akses jalan itu akhirnya dibuat, persisnya ke tembok bangunan di samping rumah Eko. Jadi, akses jalan itu dibuat pintu di tembok yang tembus ke halaman bangunan atau rumah yang berada di samping Pak Eko. Jadi sebetulnya akses jalan itu ada," ujarnya.

Omi mengatakan, akses jalan itu sebetulnya bisa dengan mudah diakses.

Asalkan, kata dia, ada komunikasi yang baik antara Eko dan tetangganya itu.

"Mediasi itu cukup sering dilakukan, tapi Ekonya enggak pernah datang. Tadi juga ada mediasi lagi, hasilnya ya sekarang mah tergantung Ekonya," ujarnya.

Saat ditanya mengenai perizinan dari beberapa bangunan yang berada di sekitar rumah Eko, Omi mengaku tak tahu menahu.

"Kalau soal itu saya enggak tahu," katanya.(*)

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved