Asian Games 2018

Kisah Wewey, Peraih Medali Emas Asian Games Asal Ciamis, Sejak Remaja Jadi Tulang Punggung Keluarga

Lika-liku hidup Wewey Wita dimulai saat ayahnya, Atong, mengundurkan diri dari perusahan tempat bekerja. Keluarga ini pun memilih pulang ke Ciamis

Kisah Wewey, Peraih Medali Emas Asian Games Asal Ciamis, Sejak Remaja Jadi Tulang Punggung Keluarga
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pesilat Indonesia Wewey Wita (sabuk biru) saat melawan pesilat Vietnam Thi Them Tran pada final nomor Tarung Putri Kelas B (50-55Kg) di JIEXPO kemayoran, Jakarta, Rabu (29/7/2018). Wewey Wita berhasil mengalahkan atlet Vietnam dan berhak atas medali emas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Pesilat cantik Wewey Wita (25) kembali menjadi perbincangan berkat prestasinya di Asian Games 2018.

Siapa sangka, perjalanan hidupnya ternyata penuh liku. Ia menjadi tulang punggung keluarga bahkan sejak masih sejak remaja.

Tak juga banyak yang tahu bahwa anak sulung pasangan Ani Rohimah (48) dan Atong Wijaya itu juga cucu kesayangan Abah Ubun Bunjamin, yang semasa hidupnya dikenal sebagai kuncen Situs Galuh Jambansari.

Ani adalah anak ketiga Abah Ubun dan Mak Idat Datijah. Menurut Nandang Sembada (51), uwak Wewey, hubungan Wewen dengan kakek-neneknya memang sangat dekat.

Enggak Disangka, Penyanyi Afgansyah Reza Gemetaran saat Foto Bersama Priyanka Chopra

Wewey, kata Nandang, bahkan sempat berniat memberangkatkan kakek dan neneknya itu ke Tanah Suci, tak lama setelah berhasil meraih emas pada PON di Riau tahun 2012.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Prabowo Subianto memberikan medali pada pesilat putri Indonesia Wita Wewey pada pertandingan partai final pencak silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Wita Wewey, meraih medali emas pada partai final kelas B putri 50 kg sampai 55 kg mengalahkan atlet pencak silat asal Vietnam, Tran Thi Them.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Prabowo Subianto memberikan medali pada pesilat putri Indonesia Wita Wewey pada pertandingan partai final pencak silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Wita Wewey, meraih medali emas pada partai final kelas B putri 50 kg sampai 55 kg mengalahkan atlet pencak silat asal Vietnam, Tran Thi Them. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

"Sayang, belum niat baik itu terkabul, Abah (Ubun Bunjamin) sudah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah tahun 2016 dalam usia 104 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman umum Babakan Sindangrasa," ujar Nandang, yang sejak dua tahun lalu menggantikan Abah Ubun menjadi kuncen Situs Galuh Jambansari.

Nandang mengatakan, orang tua Wewey menikah tahun 1990-an. Ani waktu itu bekerja di sebuah restoran di Tangerang, sedangkan Atong, yang berasal dari Singapura, bekerja di pabrik pengolahan kayu di Tangerang.

Ridwan Kamil Geram Marak Aksi Begal di Bandung, Minta Polisi Tembak di Tempat

Suami-istri ini sempat tinggal di rumah kontrakan di Cireundeu, Banten, selama enam tahun.

"Jadi, di dalam tubuh Wewey mengalir darah dua pendekar. Mungkin itulah semangat yang membuat Wewey meraih puncak prestasinya sebagai pesilat," kata Nandang.

Halaman
123
Penulis: Andri M Dani
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved