Persib Bandung

Febri Hariyadi Punya Kecepatan, Sayang Kreativitasnya Kurang

Sebenarnya, kata Supriono, sebagai pemain sayap Febri memiliki modal kecepatan dan daya jelajah yang luas dimiliki Febri.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Gelandang Persib Bandung, Febri Hariyadi, berusaha lepas dari adangan pemain Borneo FC di laga lanjutan Liga 1 2018 di Stadion GBLA, Sabtu (21/4/2018) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pengamat yang juga komentator sepakbola, Supriono menyoroti penampilan pemain muda Persib Bandung, Febri Haryadi di Tim Nasional Indonesia U-23, yang bermain di Asian Games 2018.

Menurutnya, gaya bermain Febri kurang kreativitas sehingga mudah dipatahkan pemain belakang lawan.

Sebenarnya, kata Supriono, sebagai pemain sayap Febri memiliki modal kecepatan dan daya jelajah yang luas dimiliki Febri.

Namun, sayangnya kelebihan yang dimiliki Febri tak dibarengi dengan inovasi dan kreativitas dalam bermain.

"Febri dia punya kelebihan, dengan eksplosivitasnya dan kecepatan juga, cuma dia belum mampu mengatur kapan dia harus melewati pemain dengan kecepatan dan kapan dia harus melakukan minimal satu dua sentuhan dengan Rezaldi," ujar Supriono, saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Dalam beberapa pertandingan, Supriono mengamati permainan Febri. Menurutnya, pemain yang akrab disapa Bow ini jarang melakukan cut in side ke area kotak penalti lawan.

Padahal, sambung Supriono, sebelum Asian Games, ketika uji coba melawan Singapura Febri pernah melakukan cut in side dan menjadi gol. Saat itu, Febri melepaskan tendangan jarak jauh dengan kaki kanan ke pojok gawang Singapura.

Pun demikian dengan satu gol Stevano Lilipay ke gawang Hongkong, berawal dari Rezaldi yang melakukan cut in side ke dalam, kemudian memberikan umpan kepada Beto Goncalves yang diteruskan kepada Stevano yang berhasil membuka ruang, hingga menjadi gol.

"Nah, Febri itu jarang melakukan seperti itu, variasi serangan cara bermain dari Febri yang harus lebih banyak diubah, jangan hanya melakukan spint, kemudian setelah menang, dia salah dalam memutuskan, itukan sangat disangkan dengan kelebihan kemampuan yang dia mililki," katanya.

Investor Siap Bangun Tol Dalam Kota Pasirkoja-Pasupati, Tata Ruang Mulai Dibahas

LIVE STREAMING SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Uni Emirat Arab, Nanti Sore

Menurutnya, dalam pertandingan melawan UEA sore nanti Febri harus mulai mengembangkan cara bermainnya. Sebab, UEA memiliki keunggulan dalam postur sehingga akan sulit ditembus jika mengandalkan umpan long ball dari sayap.

"Saya pikir dengan memaksimalkan kecepatan, tidak hanya lari, tapi cepat dalam mengambil keputusan untuk melakukan shooting atau menciptakan banyak ruang seperti yang dilakukan Stavano Lilipaly, akan jauh lebih efektif," ucapnya.

Apalagi, sambung Supriono, Beto dan Stefano yang menjadi ujung tombak Tim Nasional sedang dalam keadaan onffire, sehingga harus dimaksimalkan dengan lebih banyak memberikan umpan matang kepada keduanya.

"Sejauh ini, permainan dari Beto Goncalves dan Stefano Lilipaly sedang onffire, tapi kalau tidak ada pelayan yang baik yang bisa memberikan umpan akan percuma. Makanya, peran dari sayap akan sangat diharapkan untuk memberikan umpan-umpan kepada Beto dan Stefano," katanya. (nazmi abdurrahman)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved