Ucapan Apa yang Sebaiknya Dikatakan di Hari Raya Idul Adha? Ini Rangkuman Riwayat Sahabat Nabi

Setiap orang muslim sekarang ini mulai ramai memberikan atau mengirim ucapan selamat hari raya Idul Adha melalui pesan maupun status dalam . .

Ucapan Apa yang Sebaiknya Dikatakan di Hari Raya Idul Adha? Ini Rangkuman Riwayat Sahabat Nabi
Kolase Tribun Jabar
Menyambut Hari Raya Idul Adha 

TRIBUNJABAR.ID - Setiap orang muslim sekarang ini mulai ramai memberikan atau mengirim ucapan selamat hari raya Idul Adha melalui pesan maupun status dalam berbagai aplikasi ponsel pintarnya.

Tak sedikit orang yang mencoba mengirim ucapan-ucapan bijak dan doa-doa untuk orang tua, saudara, teman dekatnya.

Namun, kata-kata apa sebenarnya yang sebaiknya diucapkan oleh kita sebagai umat muslim di hari raya ini?

Perbedaan Waktu Idul Adha, Bolehkah Hari Ini Berpuasa Arafah? Berikut Penjelasan Kemenag

Tata Cara Salat Idul Adha Secara Berjamaah atau Sendirian

Adakah ucapan yang paling baik untuk dituturkan dan pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad SAW?

Dilansir rumaysho.com, terdapat sejumlah riwayat dari beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum bahwa mereka biasa mengucapkan selamat di hari raya di antara mereka dengan ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan (tingkatan hadits yang tidak bohong).


Imam Ahmad rahimahullah berkata, yang artinya “Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.”

Salah seorang ulama, Harb mengatakan, “Imam Ahmad pernah ditanya mengenai apa yang mesti diucapkan di hari raya ‘ied (‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha), apakah dengan ucapan, ‘Taqobbalallahu minna wa minkum’?”

Imam Ahmad menjawab, “Tidak mengapa mengucapkan seperti itu.” Kisah tadi diriwayatkan oleh penduduk Syam dari Abu Umamah.

Halaman
123
Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved