Setelah Ditutup Akibat Gagal Tes Akreditasi Kemenhub, Tempat Uji KIR di Cimahi Kembali Dibuka

Tempat pelayanan uji kendaraan atau uji KIR Kota Cimahi yang berlokasi di Jalan HMS Mintaredja, telah kembali dibuka.

Setelah Ditutup Akibat Gagal Tes Akreditasi Kemenhub, Tempat Uji KIR di Cimahi Kembali Dibuka
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Tempat pelayanan uji kendaraan atau uji KIR Kota Cimahi yang berlokasi di Jalan HMS Mintaredja, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Tempat pelayanan uji kendaraan atau uji KIR Kota Cimahi yang berlokasi di Jalan HMS Mintaredja, telah kembali dibuka.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Cimahi menutup sementara tempat pelayanan uji KIR tersebut lantaran tidak lulus tes akreditasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan RI.

Tidak lolosnya tes akreditasi yang dilakukan Kemenhub tersebut, karena saat kalibrasi ada beberapa alat ujit KIR yang rusak, sehingga pihak dari tempat pelayanan harus melakukan perbaikan.

Live Streaming SCTV - Timnas U-23 Indonesia Vs Laos, Tim Garuda Muda Siap Berikan Mimpi Buruk

Sambil Memeluk, Nikita Mirzani Sebut Bertemu Pria Idaman Setelah 20 Tahun: Pasti Tak Ada Perceraian

Akhirnya pada Rabu (15/8/2018) tempat uji KIR tersebut kembali dibuka dan bisa beroperasi serta bisa membuka pelayanan seperti biasanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Cimahi, Asep Rahmat Rio mengatakan, dibukanya tempat uji KIR tersebut karena Kemenhub sudah mengizinikan pihaknya untuk membuka kembali.

"Itu karena kami sudah melengkapi dokumen kekurangannya peralatannya sudah diperbaiki dan sudah lengkap serta bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/8/2018).

Ia mengatakan, saat tim akreditasi dari Kemenhub RI melakukan kalibrasi beberapa waktu lalu, ada beberapa alat uji KIR yang rusak, diantarnya alat uji emisi dan alat uji lampu.

"Tapi sekarang sudah diganti, baru uji emisi satu set dan saat ini lampunya juga robotik," katanya.

Asep mengklaim, pihaknya kerap melakukan pemeliharaan terhadap semua alat uji KIR.

Dalam setahun, kata Asep, anggaran yang harus disiapkan khusus untuk pemeliharaan peralatan uji KIR mencapai Rp 70 juta termasuk kalibrasi. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved