HUT ke73 RI, Pejuang Kebersihan Kota Bandung : Masih Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan

Malu kita. Wisatawan dari luar negeri kalau jajan cilok saja, bungkusnya dimasukkan saku. Tidak mau mereka buang plastik cilok di mana saja.

HUT ke73 RI, Pejuang Kebersihan Kota Bandung : Masih Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Sariban 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pejuang Kebersihan Kota Bandung, Sariban, mengatakan pada usia Indonesia yang sudah 73 tahun, masih banyak warga yang belum bisa membuang sampah pada tempatnya atau mengelola sampah yang dihasilkannya sendiri dengan baik.

"Sangat disesalkan, sangat disayangkan. (Kesadaran kebersihan masyarakat) masih sangat jauh, masih sangat jauh," kata Sariban saat dijumpai di sekitar Lapangan Gasibu Bandung yang menjadi tempat penyelenggaraan Upacara Peringatan Ulang tahun ke-73 Republik Indonesia, Jumat (17/8/2018).

LIVE STREAMING Pertandingan Timnas Indonesia vs Laos Cabor Sepakbola Asian Games

Sariban mengatakan masih banyak sampah dibuang sembarangan di sungai, pinggiran jalan, bahkan sekitar sekolah yang sejatinya merupakan tempat pendidikan. Padahal seharusnya, kebiasaan buang sampah seenaknya ini harus sudah hilang pada usia Indonesia yang sudah mencapai 73 tahun.

"Malu kita. Wisatawan dari luar negeri kalau jajan cilok saja, bungkusnya dimasukkan saku. Tidak mau mereka buang plastik cilok di mana saja. Jauh dengan kebanyakan kita buang seenaknya," ujarnya.


Tidak hanya di perkotaan, katanya, sampah pun masih menjadi masalah di kawasan permukiman. Masih banyak rumah tangga, katanya, yang belum bisa mengelola sampahnya dengan baik sehingga masih dibuang ke sungai atau menumpuk di pinggiran jalan.

Sariban mengingatkan bahwa sampah pun masih bisa diolah, terutama sampah plastik untuk didaur ulang atau dibuat kembali menjadi barang berguna baru. Hal ini sangat penting untuk mengurangi volume sampah yabg dibuang.

"Saya minta Presiden RI membentuk kementerian baru, kementerian kebersihan. Supaya anggaran dan program fokus pada penanganan kebersihan yang masih menjadi tugas berat," ujarnya.


Bukan rahasia lagi, katanya, sampah kerap membuat saluran air mampet akhirnya terjadi banjir. Sampah dan limbah yang dibuang sembarangan pun menjadi penyebab masalah kesehatan.

"Pemerintah sudah membuat peraturan daerah tentang kebersihan, tapi saya belum pernah melihat yang buang sampah sembarangan dihukum. Saya minta tegakkan perda. Kita harus malu dengan agama yang menyatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman," ujarnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help