Tribun Milenial

VIDEO: Jangan Melanggar Lalu Lintas! Ada CCTV dan Pengeras Suara Mengintai di Bandung

Pelanggaran yang dilakukan para pengendara di depan lampu lalu lintas itu, misalnya tidak memakai helm atau menabrak garis pembatas.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sobat milenial, kalian pernah liat gak sih pengendara motor yang kepergok CCTV karena tidak mematuhi peraturan lalu lintas?

Pelanggaran yang dilakukan para pengendara di depan lampu lalu lintas itu, misalnya tidak memakai helm atau menabrak garis pembatas.

Lalu toa yang ada di tiang lampu merah itu berbunyi dan menegur si pengendara.

Kalian pasti penasaran kan sebenernya kenapa sih di lampu merah mesti ada CCTV nya? Yu kita cari tau

BIJB Kertajati Majalengka Tambah 4 Rute Penerbangan, 2 Tujuan ke Luar Negeri

Untuk menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib dan aman, pemerintah Kota Bandung memasang kamera pengawas (CCTV) di berbagai sudut lampu merah.

Tujuannya untuk memantau pengendara apakah masih ada yang melanggar peraturan lalu lintas atau tidak. 
Ternyata di Kota Bandung ini masih saja ada pengendara – pengendara yang tidak peduli dengan adanya peraturan lalu lintas, padalah pemerintah membuat peraturan itu untuk keselamatannya sendiri. Tetapi mereka tetap saja tidak mematuhinya.

CCTV ini memang sangat bermanfaat terutama untuk membantu polisi dalam menertibkan lalu lintas, pihak kepolisian akan lebih mudah menindak pengendara yang melanggar lalu lintas.

Pabrik Sabu Kualitas Impor Digerebek, Pemiliknya Ternyata Residivis Kasus Serupa

CCTV ini dipantau langsung oleh Dishub Kota Bandung

Melalui suara speaker polisi akan mengetahui siapa dan dimana si pengendara itu berada.

Banyak alasan yang selalu dikemukakan oleh si pelanggar, mulai dari buru–buru, lupa dan lain –lain. 

Pengendara motor yang melanggar akan di kenakan denda sebesar Rp.500.000 dan Rp.1.000.000 untuk pengendara mobil.

Sopir Truk Tewas Tertimpa Batu di Galian Pasir Tutugan Leles, Polisi Duga Ada Kelalaian

Denda tersebut akan dikenakan denda pada saat si pengendara memperpanjang STNK di kantor Samsat tempat domisi kendaraan yang bersangkutan.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut pemberlakuan aplikasi online terhadap 3 jenis pelayanan di Polri yaitu e-tilang, SIM online, dan e-samsat.

Tim Peliput Tribun Milenial
Naskah : MELANI SRI RAHAYU
Editor : AFIFAH NUR AZKA
Kamera 1 : SEPHYA KIKINAA DWIVA
Kamera 2 : FADIA REKHA MAHENDRA

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved