Pilpres 2019
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Ibarat di Mata Kaki, Prabowo-Sandi Ibarat Telur di Ujung Tanduk
Namun kemudian Sandi membantah. Bila terbukti, posisi Prabowo-Sandi benar-benar di ujung tanduk.
Oleh: Sumaryoto Padmodiningrat
TRIBUNJABAR.ID - Hasil poling Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne dan penyanyi legendaris Iwan Fals menjadi lampu kuning bagi petahana Presiden Joko Widodo dan pasangannya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.
Dalam kedua poling itu, pasangan calon presiden-wakil presiden Jokowi-Maruf Amin dikalahkan pasangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Maruf ibarat di mata kaki.
Posisi Prabowo-Sandi pun ibarat telur di ujung tanduk. Ini terkait pengakuan Sandi memberikan uang mahar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing sebesar Rp 500 miliar, seperti yang sebelumnya dituduhkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.
Namun kemudian Sandi membantah. Bila terbukti, posisi Prabowo-Sandi benar-benar di ujung tanduk.
Dalam poling ILC melalui Twitter, Kamis (9/8/2018) malam, dari 83.647 netizen pemilih, Jokowi-Maruf mendapat suara 25%, Prabowo-Sandi 64%, dan golongan putih (golput) alias tak menjawab 11%.
Dalam poling yang digelar Iwan Fals, Jumat (10/8/2018), “JokMar” mendapat 26% suara, pasangan “PraSan” 68% suara, dan golput 6%. Kini, elektabilitas Jokowi bak di mata kaki, padahal sebelumnya di ujung bahu atau di kisaran 60%.
“JokMar” dan “PraSan” menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu dan Senin (12-13/8/2018).
Banyak yang berspekulasi Maruf Amin yang kini berusia 75 tahun tak akan lolos tes kesehatan. Bila demikian, maka keikutsertaannya dalam Pilpres 2019 bisa dibatalkan. Mungkinkah Maruf Amin diganti di tengah jalan?
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari tidak menampik kemungkinan Rais Aam PBNU itu diganti bila ternyata tak lolos tes kesehatan, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga belum melakukan penetapan capres/cawapres definitif.
Sejumlah nama pengganti pun disiapkan, termasuk Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Mengapa Moeldoko? Mengapa bukan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang popularitas dan elektabilitasnya jauh lebih tinggi? Bukankah saat nama Mahfud disebut sebagai bakal cawapres Jokowi, publik demikian antusias?
Tim dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan capres/cawapres berkomitmen sesegera mungkin menyerahkan hasilnya ke KPU.
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis, Minggu (12/8/2018), menyatakan, hasil pemeriksaan harus disampaikan ke KPU paling lambat 2 hari setelah tes kesehatan selesai.
Akankah Kiai Maruf lolos tes kesehatan atau sebaliknya? Dalam Peraturan KPU No 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pilpres, kandidat capres/cawapres yang tak lolos tes kesehatan atau 'tidak mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden', bisa diganti dengan kandidat lain karena dianggap tak memenuhi syarat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasangan-jokowi-maruf-amin-dan-prabowo-subianto-sandiaga-uno_20180810_002523.jpg)