Wisata Sejarah ke Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan, Seperti Dibawa ke Masa Lalu

Potret suasana Perundingan Linggarjati pada November 1946 juga terlihat menghiasi dinding ruangan itu.

Wisata Sejarah ke Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan, Seperti Dibawa ke Masa Lalu
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Suasana ruang utama Gedung Perundingan Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jumat (10/8/2018). 

Di atas meja itu terdapat papan yang bertuliskan nama-nama yang hadir dalam perundingan tersebut.

Di antaranya, delegasi Indonesia yang diketuai Sutan Syahrir, dan anggotanya ialah Mr Soesanto Tirtoprodjo, Mr Mohammad Roem serta Dr Ahmad Kapou Gani.

Sementara delegasi Belanda diketuai oleh Prof Mr Schrmerhorn, dan anggotanya Dr F De Boer, Mr Van Poll, serta Dr Van Mook.

Sule dan Lina Sebenarnya Bisa Rujuk, Ini Analisa Face Reader

Di meja bagian depan terdapat papan nama bertuliskan Lord Killearn.

Pria berkebangsaan Inggris itu menjadi penengah antara pihak Indonesia dan Belanda.

"Ini posisinya masih sama seperti waktu itu," kata Sukardi.

Di sudut lain ruangan itu terdapat sebuah meja kecil dan empat kursi.

Meja-meja itu merupakan tempat para notulen Perundingan Linggarjati.

Yakni, dr Soedarsono, Mr Ali Boediardjo, Dr J Leimena, dan Mr Syarifuddin.

Untuk memasuki Gedung Perundingan Linggarjati, pengunjung cukup membayar tiket seharga Rp 5 ribu perorang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help