Nelayan Ujunggenteng Meringis, Pendapatan Mereka Turun Drastis Gara-gara Gelombang Besar

Ridwan mengatakan pendapatannya tak sebanding dengan biaya pengeluaran saat akan melaut, seperti untuk membeli bahan bakar perahu.

Nelayan Ujunggenteng Meringis, Pendapatan Mereka Turun Drastis Gara-gara Gelombang Besar
ferri amiril/tribun jabar
Nelayan Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi sedang menyandarkan kapalnya. 

Nelayan Ujunggenteng Dilanda Musim Paceklik Ikan

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Nelayan Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, dilanda musim paceklik ikam setelah gelombang besar melanda dua pekan lalu.

Pendapatan nelayan turun drastis dari biasanya mendapat ikan belasan sampai puluhan kilo, kini maksimal rata-rata hanya lima kilogram ikan.

Itupun hanya ikan kecil seperti ikan teri yang didapat.

Hal tersebut dikatakan oleh dua nelayan Ateng (35) dan Ridwan (40) yang Jumat (10/8/2018) pagi baru saja menambatkan perahunya di darat setelah semalaman berusaha mencari ikan di laut.

"Hari ini hanya dapat dua kilogram saja, itu pun ikan teri," ujar Ridwan.

Ridwan mengatakan pendapatannya tak sebanding dengan biaya pengeluaran saat akan melaut, seperti untuk membeli bahan bakar perahu.

Ia mengatakan saat ini harga ikan teri Rp 15-20 ribu perkilonya, dengan kata lain semalaman ia hanya mendapat penghasilan Rp 30 ribu.

"Kalau dijual ini terlalu sedikit, paling buat makan anak istri saja di rumah," kata Ridwan.

Prediksi Pertandingan Mitra Kukar vs Persib Bandung, Nanti Sore

Jelang Mitra Kukar vs Persib Bandung: Supardi Nasir Cari Bekal untuk Liburan

Senada dengan Ridwan, Ateng mengatakan bahwa pendapatan ikan nelayan memang saat ini sedang paceklik.

Hal tersebut bisa terlihat dari aktivitas nelayan di pagi hari saat menambatkan perahunya di dermaga atau aktivitas di tempat pelelangan ikan.

Ateng mengatakan para pemilik penginapan dan hotel terpaksa mendatangkan pasokan ikan dari kawasan Palabuanratu yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan darat.

"Di sini sangat banyak penginapan dan hotel, tapi sangat sedikit sekali menu makan tentang ikannya, para pengelola penginapan dan hotel lebih banyak belanja ke Palabuanratu," kata Ateng.

Ia berharap musim paceklik segera berakhir dan cuaca kembali baik sehingga ikan banyak kembali ke Pantai Ujunggenteng.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help