MUI Jabar Imbau Warga Jangan Menjual Jatah Daging Kurban yang Diterimanya

Misalnya, orang yang tak jujur itu datang ke suatu tempat pembagian daging kurban, kemudian ikut lagi ke tempat pembagian kurban lain.

MUI Jabar Imbau Warga Jangan Menjual Jatah Daging Kurban yang Diterimanya
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Kantung plastik bening digunakan panitia penyembelihan hewan kurban di Kampung Tarogong Tengah, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (12/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau masyarakat tidak menjual daging kurban yang sudah diterimanya.

Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar, mengatakan, memang tidak ada keterangan eksplisit melarang daging kurban itu dijual lagi.

"Tetapi kalau melihat dari esensi kurban, itu sebetulnya tidak boleh (dijual kembali)," katanya saat ditemui di kantornya, Jalan L L RE Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).

Pria Ini Mengaku Telah Meniduri 30 Tante-tante di Bandung, Rekam dan Sebarkan Video Mesumnya Sendiri

Menurutnya, jika daging kurban bebas dijual kembali, hal itu dapat membuka peluang orang-orang untuk berlaku tidak jujur.

Misalnya, orang yang tak jujur itu datang ke suatu tempat pembagian daging kurban, kemudian ikut lagi ke tempat pembagian kurban lain.


"Bahkan nanti (kemungkinan) bisa ada mafia yang menggerakkan fakir miskin dipasang di titik-titik penyembelihan, dia dapat banyak (daging), lalu dijual. Nanti uangnya kan belum tentu dipakai kebaikan. Tapi, kalau hewan kurban dimakan itu kan udah jelas, ya paling tidak dimakan langsung," kata Rafani.

"Tapi kalau dikumpulkan uangnya, penggunaan uangnya ini siapa yang menjamin kalau itu dipakai kebaikan. Jadi daging kurban itu dari zaman nabi juga dibagikan langsung untuk dikonsumsi," sambungnya.

Lebih lanjut Rafani menjelaskan, kurban itu prioritas utamanya adalah fakir miskin, orang-orang tidak mampu.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help