Minta Teh Hangat ke Pembantunya, 30 Menit Kemudian Kakek di Cimahi Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri

Namun sekitar 30 menit atau saat saksi memberikan teh hangat itu, korban ditemukan sudah tewas.

Minta Teh Hangat ke Pembantunya, 30 Menit Kemudian Kakek di Cimahi Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri
shutterstock
Tambang untuk gantung diri. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Seotardi (80) seorang kakek renta warga Pondok Bahagia, Nomor 5, RT 04/09, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi ditemukan tewas gantung diri dikediamannya, Jumat (10/8/2018).

Korban pertama kali ditemukan pembantunya yang bernama Elin (50) sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi tergantung dengan sehelai kain di pentilasi pintu kamar dengan kondisi keluar darah dari hidung dan mulutnya.

Sesaat sebelum mengkahirinya hidupnya, korban yang merupakan pensiunan TNI itu sempat meminta pembantunya untuk dibuatkan teh hangat.

Namun sekitar 30 menit atau saat saksi memberikan teh hangat itu, korban ditemukan sudah tewas.

Minum Obat Resep Dokter Lantas Minum Miras Oplosan, Satu Warga Bogor Tewas

Melihat kejadian tersebut kemudian saksi lari ke luar rumah dan meminta bantuan kepada tetangga, kemudian pihak RT setempat melaporkan kejadian itu ke aparat Kepolisian.

Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto, mengatakan, Soetardi gantung diri diduga karena frustasi dengan penyakit osteoforosis dan komplikasi yang sudah dideritanya selama 10 tahun.

"Diduga korban putus asa dengan penyakitnya. Saat ditemukan posisi korban tergantung dengan kondisi keluar darah dari mulut dan hidungnya," ujar Indarto saat ditemui Tribun Jabar di Mapolsek Cimahi, Jalan Encep Kartawirya, Kota Cimahi, Jumat (10/8/2018).

Menurut Indarto, keluarnya darah dari mulut dan hidung korban itu, lantaran saking kuatnya ikatan kain dileher ketika korban dalam posisi tergantung.

"Terlebih usia korban sudah tua, jalannya saja sudah menggunakan tongkat," katanya.

Minum Obat Resep Dokter Lantas Minum Miras Oplosan, Satu Warga Bogor Tewas

Berdasarkan keterangan keluarganya, lanjut Indarto, kain yang digunakan korban untuk bunuh diri itu sudah terpasang sejak lama.

"Korban sudah lama mengidap penyakit osteoforosis yang tak kunjung sembuh sehingga korban merasa frustasi dan sering mengatakan ingin bunuh diri," katanya.

Kendati demikian, pihak keluarga korban, kata Indarto, menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai takdir.

Atas kejadian tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa sehelai kain yang digunakan korban untuk gantung diri dan melakukan indentifikasi di lokasi kejadian.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help