Krisis Air Bersih di Desa Slangit Kabupaten Cirebon Diprediksi Berakhir September

Krisis air bersih di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon diprediksi hingga September.

Krisis Air Bersih di Desa Slangit Kabupaten Cirebon Diprediksi Berakhir September
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Dua orang petugas Desa Slangit saat menunjukkan sumur SPAM (sistem penyediaan air minum) yang tidak berfungsi untuk sumber pengairan di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Krisis air bersih di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon diprediksi hingga September.

Pasalnya, bulan September diprediksi menjadi puncak kekeringan.

Polemik krisis air bersih di Desa Slangit sudah bertahun-tahun belum dapat diatasi meskipun pasokan air di sungai masih mengalir.

"Polemik krisis air bersih saat musim kemarau di Desa Slangit seolah masih menjadi tradisi," ujar Kepala Desa Slangit, Sura Maulana, saat ditemui di Desa Slangit, Jumat (10/8/2018).

Ini Daftar Kereta Api dalam Tarif Spesial Promo Merdeka di Wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon

Jadwal Siaran Langsung Final Piala AFF U-16, Indonesia Vs Thailand di Stadion Gelora Delta

Pantauan langsung Tribun Jabar, mata air di setiap sumur di Desa Slangit tidak lagi keluar.

Hal tersebut memaksa warga untuk memompa air dari sungai untuk kebutuhan MCK sehari-hari.


"Tahun ini kondisinya cukup berbeda. Hingga pertengahan musim kemarau. Sungai setempat masih mendapatkan pasokan dari Waduk Jatigede," katanya.

Aliran air dari Jatigede itu setidaknya masih dapat digunakan.

Akibat keadaan tersebut, pihak desa mendesak pemerintah daerah agar dapat serius memperhatikan kondisi krisis air yang sudah menjadi tradisi tersebut. (*)

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help