Pilpres 2019

Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Pendamping Jokowi, MUI Jabar Akan Tetap Netral

Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar, saat ditemui di kantornya, Jalan L L RE Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).

Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Pendamping Jokowi, MUI Jabar Akan Tetap Netral
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar saat ditemui di kantornya, Jalan L.L.RE. Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penunjukan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019 mendatang disambut baik oleh MUI Jabar.

Kendati demikian, Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar, mengatakan, secara kelembagaan, pihaknya akan netral.

MUI, masih akan menjadi lembaga yang melayani umat dan dakwah, bukan lembaga politik.

Namun, kata Rafani, tak menutup kemungkinan, secara personal, di MUI, akan ada yang mendukung Ma'ruf Amin.

"Secara personal atau indvidu, mungkin akan mendukung. Masa ketua umumnya maju, tidak dibantu. Secara kelembagaan MUI Insya Allah tidak akan terseret ke poliik praktis. Bahwa figur Ma'ruf yang terpilih, itu sesuai dengan hak politik dan hak demokratisnya. MUI itu kelembagaan yang melayani umat dan dakwah, bukan lembaga politik. MUI akan menjaga netralitas secara kelembagaan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan L L RE Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).

Berita Duka, Wakil Rektor III Unjani Toto Saputra Meninggal Dunia

Rafani menilai, Presiden Joko Widodo punya perhatian besar kepada ulama.

Dipilihnya Ma'ruf Amin pun diprediksi akan meredam kecenderungan politik identitas.

"Politik identitas ini dalam beberapa bulan terakhir kan menguat, kalau tanpa kendali ini bisa memudahkan konflik. Bisa timbul ujaran kebencian, fitnah, gibah. Beliau (Ma'ruf Amin) bukan ulama sembarangan, beliau ini ulama besar," katanya.

MUI Jabar pun mengimbau, agar masing-masing kubu menjaga diri saat berkontestasi nanti.

Para pendukung, dipersilakan untuk membantu kandidat, namun dalam koridor aturan dan hukum yang berlaku.

"Silakan berkompetisi secara sehat dan fair, utamakan kesantunan. Sekarang berkompetisi saja, programnya seperti apa. Proses pilpres baik, hasilnya juga baik," kata Rafani.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help