Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Cirebon Masih Tinggi

Ia mengakui, ada beberapa kendala yang membuat para korban enggan menempuh jalur hukum.

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Cirebon Masih Tinggi
plus.google
ILUSTRASI : Kekerasan terhadap anak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Cirebon masih tinggi.

Hal itu dikatakan oleh Manager Program Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis, Sa’adah.

Mawar menyebutkan, hingga Juli 2018 pihaknya sudah menerima pengaduan sebanyak 48 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dari jumlah itu, 32 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual.

Bahkan, ada anak usia 2 tahun sudah jadi korban perkosaan.

"Mirisnya, dari total aduan yang kami terima itu hanya 2 persen yang korbannya bersedia menempuh proses hukum," kata Sa'adah dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Jumat (10/8/2018).

Ia mengakui, ada beberapa kendala yang membuat para korban enggan menempuh jalur hukum.

Dari mulai minimnya bukti, keterbatasan ekonomi, hingga adanya tekanan atau ancaman dari pelaku.

Selain itu, kendala terbesar disebabkan korban tidak berani melapor karena menganggap hal itu aib sehingga harus ditutupi.

"Memang pelakunya sebagian besar orang terdekat dengan korban," ujar Sa'adah.

Dari seluruh aduan yang diterima WCC Balqis, ada dua hal yang sangat mendominasi.

Yakni, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kemudian kekerasan seksual.

Pihaknya mendesak agar DPR lebih progresif dalam melakukan pembahasan RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Pasalnya, kasus kekerasan seksual semakin mengkhawatirkan karena jumlah korban juga semakin banyak.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help