Ini Ungkapan Mari Kigawa Mahasiswi asal Jepang Saat Mengaduk Dodol Betawi

Ia bahkan terlihat tertawa sembari mengaduk-ngaduk dodol yang mengeluarkan uap panas itu.

Ini Ungkapan Mari Kigawa Mahasiswi asal Jepang Saat Mengaduk Dodol Betawi
Tribun Jabar/Ery Chandra
Mahasiswi asal Jepang dari Universitas Kyoto Sangyo, Mari Kigawa (berada ditengah), saat mengaduk proses pembuatan dodol serta didampingi oleh dua orang pria yang mengenakan pakaian ala betawi, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satu diantara tenan pameran "Cooperative Fair Jabar ke-15" di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), tampak unik dengan kehadiran seorang pengunjung asal Jepang yang tengah mengaduk dodol betawi khas Depok tersebut.

Sehingga memancing minat sejumlah pengunjung untuk melihat stan yang didatangi perempuan yang mengenakan pakaian abu-abu tersebut.

Ia bahkan terlihat tertawa sembari mengaduk-ngaduk dodol yang mengeluarkan uap panas itu.

Dengan menggunakan kayu khusus yang digunakan sebagai pengaduk. Serta dua orang pria yang mengenakan pakaian ala betawi tampak mendampingi disamping gadis berkulit putih tersebut.

Minta Teh Hangat ke Pembantunya, 30 Menit Kemudian Kakek di Cimahi Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri

Pembuatan dodol dilakukan dengan bahan-bahan sederhana seperti wajan kayu yang digunakan untuk memasak dodol. Berada tepat dipojok sebelah kanan tenda yang menyajikan proses pembuatannya secara langsung.

Mahasiswi asal Jepang dari Universitas Kyoto Sangyo, Mari Kigawa (21), mengatakan sangat senang bisa merasakan sensasi mengaduk dodol berwarna kecokelat-cokelatan tersebut.

"Walaupun berat mengaduknya tapi mereka biasa mengaduk sampai delapan jam secara berkali-berkali produk dodol itu. Sangat luar biasa," ujar Mari, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).

Mari mengatakan datang ke Kota Bandung dalam rangka berwisata selama 10 hari. Secara sengaja juga untuk melihat-lihat stan yang berada dilokasi Pemprov Jabar tersebut. Menurutnya, yang paling menarik adalah mencicipi dodol yang masih diolah dan dapat bertanya-tanya secara langsung kepada yang menjaga stan.

"Tinggal dua hari lagi disini. Rasa dodolnya enak. Baru pertama kali mencicipi dodol yang masih panas seperti ini," ujar Mari seraya tersenyum.

Ia berharap, semestinya generasi muda bisa meneruskan pembuatan tradisi makanan dodol khas Depok tersebut. Serta gelaran pameran itu dapat disosialisasikan dengan baik secara khusus target kepada anak-anak muda.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved