Idul Adha Sebentar Lagi, Berikut Tata Cara Sholat Hari Raya Ied

Berikut tata cara sholat Idul Adha yang tertuang di kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi.

Idul Adha Sebentar Lagi, Berikut Tata Cara Sholat Hari Raya Ied
(Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)
ILUSTRASI - Presiden Joko Widodo melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/9/2017). 

TRIBUNJABAR.ID - Hari besar Idul Adha sebentar lagi akan diperingati oleh umat muslim.

Umat muslim disunahkan untuk melaksanakan sholat (bahasa baku: salat) sunah Idul Adha.

Syarat dan rukun sholat Idul Adha sebenarnya mirip dengan sholat lainnya.

Meski begitu, ada beberapa perbedaan teknis dalam menjalankannya.

Sholat Idul Adha dapat dilakukan setelah matahari terbit hingga masuk waktu zuhur.

Umat muslim dapat melaksanakan sholat Idul Adha secara berjamaah dan sendiri atau munfarid.

Berikut tata cara sholat Idul Adha yang tertuang di kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi yang dilansir Tribun Jabar dari nu.co.id.

1. Niat

Sholat Idul Adha didahului niat yang berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil adlhâ”.

Bila melakukan sholat berjamaah maka ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Takbiratur ihram seperti sholat biasa dan dilanjutkan dengan membaca doa iftitah.

Kemudian, melakukan takbir lagi sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama.

Di antara bacaan takbir dianjurkan membaca sebagai berikut.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَة وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

3. Surat Al Fatihah

Setelah membaca surat Al Fatihah dianjurkan membaca surat al Ghasyiyah.

Kemudian, melakukan rukukm sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kembali hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.

4. Takbir Rakaat Kedua

Setelah kembali ke posisi berdiri pada rakaat kedua, lakukan takbir sebanyak lima kali.

Di antara takbir lafalkan kembali bacaan yang sebelumnya telah dijelaskan.

Gerakan sholat selanjutnya rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

5. Salam

Setelah salam, jamaah tak disarakan langsung pulang tetapi mendengarkan khutbah terlebih dahulu.

Kecuali, Anda melakukan sholat Idul Adha sendiri.

Sholat Idul Adha di Lapangan atau di Masjid?

Pada 10 Zulhijjah pada kalender Hijirah, umat Muslim seluruh dunia disunahkan untuk melaksanakan salat Iduladha.

Dalam praktiknya, ada umat Muslim yang mengerjakan salat Iduladha di masjid, ada juga yang mengerjakan di tanah lapang atau lapangan.

Dalam syariat Islam, sebenarnya mana yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, mengerjakan di masjid atau lapangan?

 Berkuban Kolektif 7 Orang untuk Seekor Sapi Boleh Menurut Islam? Ini Penjelasan Hadisnya!

Salat Id atau hari raya adalah bentuk syi'ar atau kemuliaan dalam Islam, atau lambang betapa tingginya Allah SWT.

Ketika menjumpai datangnya dua hari perayaan Islam, Idulfitri dan Iduladha, Rasulullah Muhammad SAW, ternyata melaksanakannya di tanah lapang.

Dan ketika Rasulullah wafat, para sahabat pun mengerjakannya di lapangan.

Dikutip dari laman muslim.or.id, Imam Ibnul Haaj al Maliki berkata, “Sunnah yang telah berlangsung (sejak dulu) dalam (pelaksanaan) shalat ‘Ied (hari raya) adalah dilaksanakan di mushalla (tanah lapang), karena Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali (shalat) di al-Masjidil Haram."

Nah, dari penjelasan itu bisa dijadikan dalil bahwa Rasulullah selalu mengerjakan salat iduldaha di tanah lapang, bukan di masjid.

 Sesalkan Keputusan Wasit, Wildan Ramdani Salut Perjuang Persib Bandung

Dalil lain yang menjelaskan bahwa Rasulullah mengerjakan salat iduladha di luar masjid atau tanah lapang adalah penjelasan Abu Sa'id al Khudri.

Dia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam keluar (untuk melaksanakan shalat) pada hari raya ‘Iedul fithr dan ‘Iedul adha menuju tanah lapang, maka yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat ’Ied, kamudian setelah selesai beliau Shallallahu’alaihi Wasallam berdiri (untuk berkhutbah) di hadapan kaum muslimin dan mereka (tetap) duduk di shaf-shaf mereka…Abu Sa’id al-Khudri berkata: Kemudian sunnah itu terus dilakukan kaum muslimin sampai di Jaman (pemerintahan) Marwan bin al-Hakam.

 Pembaca Ekspresi Wajah Bocorkan Soal Pernikahan Sule-Lina: Bisa Rujuk Asalkan . . .

Apakah dilarang salat Iduladha di masjid?

Ada pendapat lain selain penjelasan salat Iduladha di tanah lapang.

Ada pendapat yang merujuk pada perkataan Imam Asy-Syafi'i.

“Dinukil dari Imam asy-Syafi’i (bahwa beliau berkata): Kalau masjid di dalam kota luas (bisa menampung semua penduduk muslim) maka shalat di masjid tersebut lebih utama, karena masjid adalah tempat yang paling utama dan paling suci. Oleh karena itulah, penduduk Mekkah melaksanakan shalat ‘Ied di Masjidil Haram.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved