Pilpres 2019

Dua Partai Pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin Dicoret KPU, Ini Alasan Mendasarnya!

Dalam pemeriksaan berkas, KPU akhirnya mencoret dua partai koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Ma'ruf Amin

Dua Partai Pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin Dicoret KPU, Ini Alasan Mendasarnya!
Kolase Tribun Jabar (Kompas.com)
Jokowi dan Maruf Amin 

TRIBUNJABAR.ID - Sembilan partai dalam Kolasisi Indonesia Kerja, mengantarkan pasangan bakal calon presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendaftar ke KPU, Jumat (10/8/2018).

Kesembilan pastai itu adalah PDIP, Partai Nasdem, Partai Golkar, PPP, PKB, Partai Hanura, PKPI, PSI, dan Perindo.

Sebelum dan sesudah mendaftar ke KPU, para pimpinan partai menunjukkan kepada publik bahwa mereka dalam keadaan solid dalam pengusungan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Setelah koalisi pengusung menyerahkan berkas, KPU melakukan pemeriksaan dan menyatakan lengkap.

Selanjutnya, pasangan Jokowi dan Maruf Amin akan melakukan tes kesehatan pada Minggu (12/8/2018) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Hasil Mitra Kukar Vs Persib Bandung, Gol Tunggal Bayu Pradana Buat Maung Bandung Keok di Tenggarong

Hanya, dalam pemeriksaan berkas, KPU akhirnya mencoret dua partai koalisi Indonesia Kerja.

Keduanya adalah Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pencoretan itu adalah perbaikan berkas syarat pencalonan bakal capres Jokowi-Maruf Amin.

KPU melakukan pencoretan karena Perindo dan PSI bukanlah partai peserta pemilu pada 2014.

Pengedar Sabu Itu Disergap Polisi Saat Tempel Sabu di Patung Ikan Jalan Mohamad Ramdan Bandung

Komisioner KPU Hasyim As'ari, seperti dikutip dari Kompas.com mengatakan, karena alasan itu kedua partai tersebut tidak bisa mengusung bakal calon pasangan presiden.

Hasyim kemudian menyebutkan aturan yang mendasari pencoretannya.

Kasus Asusila kepada Anak di Bawah Umur, Polisi: Fs Hendak jadikan Korban Budak Seks

Berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai politik atau gabungan partai politik dapat mengusung pasangan calon presiden kalau memenuhi threshold pemilu sebelumnya atau pemilu 2014.

Sule dan Lina Sebenarnya Bisa Rujuk, Ini Analisa Face Reader

Ketentuan itu ada di pasal 222 UU Pemilu, yakni, partai politik atau gabungan partai dapat mengusung pasangan calon presiden dengan syarat memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu legislatif sebelumnya.

"Secara formil, yang mendaftarkan atau yang mengusulkan adalah partai politik peserta pemilu 2014. Gabungan parpol yang memenuhi threshold," ujar Hasyim usai pendaftaran Jokowi-Ma'ruf di gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help