Home »

News

Digitalisasi, Saatnya KUMKM Naik Kelas

Tapi lewat digitalisasi, atau lewat jalur online. KUMKM akan memiliki potensi pasar yang tak berbatas alias "borderless."

Digitalisasi, Saatnya KUMKM Naik Kelas
Dok Humas Jabar
Pj Gubernur Jabar M Iriawan saat membuka secara simbolis “Cooperative Fair 2018”, di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (10/08/2018). 

Sejalan dengan itu, Kepala Disnas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Dudi Sudradjat Abdurachim, mengatakan bahwa sesuai program pemerintah yakni UMKM go online. Para pelaku KUMKM harus melek IT dan memanfaatkannya demi menaikan levelnya menjadi usaha besar.

“Pelaku KUMKM harus menguasai dan menfaatkan IT secara maksimal,” jelasnya.

Dudi menyebutkan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat saat ini berkomitmen penuh terhadap digitalisasi koperasi dan UMKM. Sebagai contoh, Ia menyebut pihaknya telah mendorong penerapan Enterprises Resources Planning (ERP) berbasis IT di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan.

"Penerapan ERP ini ternyata sangat membantu para anggota untuk menjalankan aktivitasnya," katanya.

Tak sampai disitu, Dinas KUK Jabar juga mendorong koperasi-koperasi di Jawa Barat untuk menerapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Online, yang aplikasi-nya dapat digunakan secara gratis.

"Penerapan RAT Online sangat efektif terutama untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan RAT," katanya.

Masih dari sisi promosi dan sosialisasi, pihaknya pun saat ini tengah menggelar "Cooperative Fair ke-15 tahun 2018". Kegiatan ini digelar mulai 10-12 Agustus 2017 di Parkir Barat Gedung Sate Bandung.

"Selain UKM Expo acara akan dimeriahkan fashion show, games, kuliner, workshop dan band musik Java Jive," sebut Dudi.

“Cooperative Fair" sendiri, kata Dudi merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia.

Pada kegiatan ini, ditampilkan berbagai produk makanan dan minuman, kerajinan, fashion dan aksesoris, sepatu dan tas, serta berbagai produk lainnya dari 300 pelaku koperasi dan UMKM Jawa Barat.

Selain itu, ada pula peserta dari Provinsi Naggroe Aceh, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Pare-pare.

Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help