Soal Kabar Ancaman Jika Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi, Ketua Umum PBNU: Berita Itu Tidak Benar

Memang ada pertemuan beberapa tokoh di Kantor PBNU untuk membahas dinamika politik menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden

Soal Kabar Ancaman Jika Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi, Ketua Umum PBNU: Berita Itu Tidak Benar
KOMPAS.com/DIAN MAHARANI
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, mengklarifikasi soal beredarnya kabar ancaman Jika Mahfud MD menjadi cawapres Jokowi.

Beberapa waktu lalu, beredar berita PBNU memberikan ancaman jika Mahfud MD terpilih menjadi cawapres Jokowi.

Lewat Press Rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (8/8/2018), KH Said Aqil Siroj menepis berita tersebut.

"Berita itu tidak benar, tidak ada ancam-mengancam," kata Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj.

PBNU sangat menyayangkan beredarnya berita tidak benar tersebut.

PKS Tantang Politikus Demokrat Buktikan Pihaknya Terima Uang Ratusan Miliar Rupiah dari Sandiaga Uno

Manajemen Persib Bandung Klaim Permasalahan Bonus Mario Gomez Sudah Beres

"PBNU hanya mengusulkan empat kader NU terbaik kepada Pak Jokowi. Jika Pak Jokowi tidak berkenan dengan usulan tersebut tidak mengapa, tidak apa-apa, tidak masalah. Itu haknya Pak Jokowi, itu wewenang beliau," ujarnya.

"Jadi berita itu tidak benar. Kami hanya mengusulkan empat kader terbaik, tidak ada ancaman kepada siapapun," kata KH Said Aqil Siradj.

Memang ada pertemuan beberapa tokoh di Kantor PBNU untuk membahas dinamika politik menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden.

Hadir di pertemuan tersebut beberapa pengurus Nahdlatul Ulama di antaranya KH Said Aqil Siradj, KH Ma'ruf Amin, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Ketua Umum PBNU Bantah Ada Ancaman Jika Mahfud MD Terpilih Jadi Cawapres Jokowi"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help