Home »

Seleb

» Gosipi

Praperadilan Kasus Video Asusila Cut Tari dan Luna Maya - Hotman Paris Sebut Ada Kekeliruan

Hotman Paris tertawa geli atas tindakan yang dilakukan oleh LP3HI. Ia melihat ada kekeliruan pada kekuatan hukum.

Praperadilan Kasus Video Asusila Cut Tari dan Luna Maya - Hotman Paris Sebut Ada Kekeliruan
Kolase Tribun Jabar (Kompas dan Tribunnews)
Hotman Paris, Luna Maya, dan Cut Tari 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus video asusila yang melibatkan Cut Tari dan Luna Maya kembali menjadi sorotan.

Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan permohonan praperadilan terhadap kasus tersebut.

Namun, permohonan praperadilan itu ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

"Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang secara hukum mengabulkan penghentian penyidikan terhadap Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M. dan Luna Maya Sugeng. Perkara ini bukan objek praperadilan, dan selanjutnya permohonan ini dinyatakan tidak dapat diterima," kata Hakim Tunggal, Florenssani Susanti, dikutip dari Kompas.com.

Melansir dari sumber yang sama, Hotman Paris tertawa geli atas tindakan yang dilakukan oleh LP3HI.

"Saya ngomong ini bukan sebagai kuasa hukum ya. Pertama, saya agak geli ketawa melihat itu gugatan praperadilan," ucap Hotman saat dihubungi via telepon, Rabu (8/8/2018).

Pengacara kondang itu merasa heran dengan tujuan LP3HI.

Sebab, menurutnya tak ada alasan mendesak atas kasus tersebut, sampai harus membuat permohonan praperadilan.

Lagi pula, kasus tersebut menurutnya adalah masalah pribadi dan tak berpengaruh dengan kepentingan publik.

Ia juga melihat ada kekeliruan pada kekuatan hukum.

"Kedua, kekuatan hukumnya keliru karena enggak ada itu di KUHAP, bahwa praperadilan meminta pengadilan mengehentikan penyidikan," ucapnya.

Siapkan Payung atau Jas Hujan, Bandung Raya Berpotensi Hujan Ringan Hari Ini

Ceramah Ustaz Evie Dianggap Bisa Menyesatkan, GP Ansor Imbau Warga Nahdliyin Bertindak Tenang

Selain itu, Hotman Paris juga menilai permohonan praperadilan itu justru akan menimbulkan dampak merugikan bagi cut Tari dan Luna Maya.

Sebab, permohonan LP3HI tersebut dapat memicu berlanjutnya penyelidikan kasus video asusila.

"Kalau soal dilanjutin (penyelidikan), bisa saja," katanya.

"Malah ini merugikan Cut Tari dan Luna Maya. Menjadi mengingatkan orang terhadap luka masa lalu, membuka luka lama."

Menurut Hotman Paris, bila Cut Tari dan Luna Maya merasa tak masalah maka tak harus diselesaikan.

Ia juga mempertanyakan motif dibalik permohonan LP3HI itu.

"Motivasinya apa dulu? Masa tiba-tiba pemohon tidak kenal, tiba-tiba sok jadi pahlawan ke Cut Tari. Kecuali memang disuruh Cut Tari, ya udah. Berarti motivasinya apa?" kata Hotman.

Bila niatnya ingin membantu dan menegakan keadilan, Hotman menyarankan agar LP#HI mengurusi kasus ketidakadilan hukum yang lain.

Prabowo dan SBY Bahas Kandidat Cawapres Pagi Ini, Nama Tersisa AHY dan Sandiaga Uno

Hari Ini, Sidang Gugatan Cerai Antara Sule dan Line Berlanjut, Berikut 2 Poin Gugatan Sang Istri

Praperadilan Ditolak

tatus Luna Maya dan Cut Tari tetap tersangka setelah gugatan praperadilan atas kasus video asusila ditolak.

Hal tersebut berdasarkan putusan yang dibacakan hakim tunggal, Florensani Susana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Permohonan praperadilan itu dibuat oleh Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

"Mengadili dalam eksepsi menolak eksepsi pemohon satu dalam perkara menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon tidak dapat diterima," ujar hakim Florensani Susana Kendenan, dikutip dari Grid.ID.

LP3HI sebagai pihak pemohon tidak dibebankan biaya perkara.

"Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil. Demikian diputuskan pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2018," katanya.

Melansir dari Kompas.com, hakim menyatakan bahwa Pengadilan negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengurus perkara tersebut karena belum ada surat perintah penghentian penyidikan yang dikeluarkan pihak penyidik.

Kasus yang melibatkan Cut Tari, Luna Maya, dan Ariel Noah itu masih terus berlanjut.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help