Lombok Diguncang Gempa

Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok

Rencananya, monitoring gempa susulan Gempa Lombok akan dilakukan selama satu bulan.

Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok
Istimewa
Tim Kelompok Keahlian (KK) Geofisika Global Institut Teknologi Bandung (ITB) memasang seismometer di Lombok, NTB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tim Kelompok Keahlian (KK) Geofisika Global Institut Teknologi Bandung (ITB) memasang seismometer di Lombok, NTB.

Prof Nanang T Puspito, Ketua KK Geofisika Global, mengatakan pemasangan seismometer itu untuk memantau gempa susulan setelah gempa magnitudo 6.4 yang terjadi di Lombok bagian utara.

Tujuh buah seismometer merupakan hasil kerja sama ITB dan Earth Observatorium of Singapore (EOS).

"Sampai dengan Selasa (7/8/2018), sudah 13 seismometer yang terpasang," ujar Nanang melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Kamis (9/8/2018).

Dikatakannya, pemasangan seismometer ini tersebar di Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Utara.

PKS Tolak AHY Makanya Muncul Sandiaga Uno, Andre Rosiade: Masih Alternatif, Belum Final

Rencananya, monitoring gempa susulan Gempa Lombok akan dilakukan selama satu bulan.

Selama satu bulan, ucapnya, beberapa seismometer yang ditempatkan dapat merekam gempa-gempa susulan untuk kepentingan analisis potensi gempa ke depan.

"Rekaman gempa susulan termasuk gempa pada 5 Agustus 2018 yang diperkirakan sebagai gempa utama dapat menjadi pemahaman baru terkait sumber dan mekanisme kejadian gempa Lombok 2018," kata Nanang.

Untuk diketahui, berselang satu hari setelah gempa Lombok pada 29 Juli 2018, Nanang langsung membentuk tim untuk melakukan pemasangan.

Tren Positif Persib Bandung dan Ketajaman Duet Bauman-Wanggai Bakal Runtuhkan Keangkeran Aji Imbut

Tim KK Geofisika Global yang dikoordinatori Dr Andri Dian Nugraha itu beranggotakan Dr Zulfakriz sebagai koordinator lapangan serta Yayan M Husni MT, Pepen Supendi MT, dan Dr Muzli (BMKG).

Mereka tiba di Lombok pada 1 Agustus 2018 dan masih berada di Lombok pada saat gempa 5 Agustus 2018.

Selain melakukan pemasangan seismometer, lanjutnya, tim juga melakukan koordinasi dengan BMKG Mataram dan BPBD Lombok Utara dan Pos Pengamatan Gunung Rinjani.

Beberapa dosen dari KK Geodesi juga telah berada di Pos Rinjani untuk melakukan mitigasi dan observasi bencana. (*)

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved