Isi Permintaan Maaf Ustaz Evie Effendie Terkait Ceramahnya yang Disebut Menyinggung Umat Islam

Dalam permintaan maafnya, ustaz kelahiran 1976 itu mengakui dirinya bersalah.

Isi Permintaan Maaf Ustaz Evie Effendie Terkait Ceramahnya yang Disebut Menyinggung Umat Islam
Kolase Tribun Jabar/Instagram @evieeffendie

TRIBUNJABAR.ID - Ustaz Evie Effendie membuat perminataan maaf melalui Instagramnya.

Permintaan maaf tersebut berkaitan dengan isi ceramhnya yang sedang ramai dibicarakan di media sosial.

Ceramah Evie Effendie itu disebut-sebut menyinggung umat Islam.

Dalam permintaan maafnya, ustaz kelahiran 1976 itu mengakui dirinya bersalah.

Ia juga menyatakan masih dhaif akan ilmu agama.

Di tengah permintaan maafnya, Ustaz Evie Effendie bertanya kepada hadirin apakah dirinya dimaafkan.

Hadirin tersebut menjawab memaafkan kesalahan uztad yang memiliki ciri khas gaya kasual itu.

Berikut isi permintaan maaf Ustaz Evie Effendie.

"Saya Evie Effendie, manusia biasa menyatakan bersalah karena di salah satu ceramah saya, saya menyatakan Muhammad sebelum diangkat menjadi nabi tersesat. Tapi maksudnya bukan itu.

Kalaupun itu sudah dianggap pernyataan dan sudah publish, mohon maaf atas kesalahan saya dengan pernyataan itu.

Kepada seluruh ormas Islam, atas nama pribadi saya memohon maaf. Semoga ini mnejadi sebuah hikmah dan pelajaran bagi siapapun. Lebih hati-hati dalam melisankan.

Dan dengan kejadian ini saya jadi belajar banyak bahwa saya dhaif akan ilmu agama. Maka tolong bimbing saya, tuntun saya untuk lebih paripurna, lebih bijak dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang menjadi tanggung jawab kita semua.

Semoga Allah mengampuni seluruh kesalahan baik yang tidak disengaja maupun disengaja, kecil, besar, semoga Allah memaafkan.

Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok

Meski Laga Diubah Jadi Sore Hari, Kiper Persib Bandung Sebut Tak Masalah dan Siap Hadapi Mitra Kukar

Ya Allah ampuni diri ini yang telah mendzalimi diri sendiri dengan kekhilafan dan kelalaian ku. Kalau Engkau tak mengampuni saya maka aku termasuk orang yang merugi.

Ya Allah perlihatkan mana yang benar maka benar. Berikan tenaga kami untuk terus beristiqomah dalam kebenaran yang engkau ajarkan kepada Rasul dan kami menjadi bagian dari umatnya.

Berikan tenaga kami untuk menjauhi yang salah suapaya kami tidak tersesat dan kena percik api neraka.

Semoga semua mafhum dan maklum. Smeoga saya diberikan umur yang panjang untuk mengkifarati dosa-dosa saya."

Jelang Semifinal Piala AFF U-16 Lawan Malaysia, Timnas Indonesia Akan Belajar dari Kekalahan

Imbauan Agar Tetap Tenang

Kaum Nahdliyin diimbau agar tetap tenang dalam menyikapi pernyataan yang dikeluarkan Ustaz Evie Effendie dalam ceramahnya mengenai surat Ad-Duha ayat 7 yang diduga telah ditafsirkan sendiri.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung dan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (MDRA).

Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung Hendra Guntara
Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung Hendra Guntara (Tribun Jabar/Yongky Yulius)

Selain itu, Kedua organisasi itu juga meminta agar kaum Nahdliyin tidak mudah terbawa emosi dan selalu mengedepankan kesantunan dan keramahan.

Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung Hendra Guntara atau biasa disapa Hegun pun menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan Ustaz Evie Effendi dalam ceramahnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut terkesan subjektif dan membuat bingung kaum muda Kota Bandung yang menjadi jemaahnya.

"Sebagai publik figur yang diterima para kaum muda, khususnya di Kota Bandung sebaiknya beliau mempertimbangkan penyampaian isi ceramahnya. Terutama menyangkut pandangan pribadi yang begitu saja diperkuat oleh Al Quran," ujar Hegun di Kantor PCNU, Jalan Sancang, Kota Bandung, Kamis, (9/8/2018).

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help