Honor Sama dengan Guru Honorer Biasa, Guru Honorer K2 Kecewa

"Kecewa, honor tambahan Rp 400 ribu itu juga diberikan untuk semua honorer di sekolah negeri, padahal kami honorer kategori 2 (K2), yang sudah bolak-b

Honor Sama dengan Guru Honorer Biasa, Guru Honorer K2 Kecewa
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Mediasi Guru honorer K2 dengan anggota DPRD Kota Cimahi, Rabu (8/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sejumlah guru honorer kategori 2 (K2) di Cimahi kecewa honornya disamaratakan dengan guru honorer yang biasa.

Koordinator Pegawai Honorer Aliansi Kategori 2 Bersatu (AK2B) Kota Cimahi, Eko Marhendro, menyatakan kekecewaannya, karena para guru honorer biasa masa kerjanya jauh dibawah dari guru honorer K2.

"Kecewa, honor tambahan Rp 400 ribu itu juga diberikan untuk semua honorer di sekolah negeri, padahal kami honorer kategori 2 (K2), yang sudah bolak-balik audiensi di Cimahi bahkan sampai ke Jakarta yang berjuang sejak awal," katanya saat ditemui di kantor DPRD Kota Cimahi, Rabu (8/8/2018).

Bahkan, lanjut Eko, di tengah segala keterbatasan ekonomi, banyak guru honorer K2 yang harus menyambi profesi lain demi menambah penghasilan, padahal banyak yang sudah menjadi guru honorer selama 10 hingga 15 tahun.

"Untuk menambah pemasukan, banyak juga yang menjadi tukang ojek, sopir, bahkan ada yang menjadi tukang bangunan," katanya.

Eko mengatakan, selain menuntut kesejahteraan, tentunya menuntut revisi Undang-undang ASN agar bisa memberikan kepastian status pada honorer K2 Kota Cimahi yang terverifikasi sebanyak 136 orang.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan, mengatakan bahwa pencairan penambahan honor bagi guru honorer K2 di Kota Cimahi masih menunggu proses administrasi.

"Anggarannya sudah ada dari APBD Kota Cimahi, besaran kenaikannya itu sebesar Rp 400 ribu. Hanya saja belum tahu kapan bisa dicairkan, tapi pasti tahun sekarang," katanya.

Sementara, terkait kejelasan status mereka sebagai tenaga honorer di Kota Cimahi, lanjut Achmad Gunawan, mereka sudah tercatat sebagai tenaga pendidik di Dinas Pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help