Sejumlah Desa di Cibatu Garut Kerap Kekeringan di Musim Kemarau, Ini Penyebabnya

Untuk meminimalisir dampak kekeringan, kata Sardiman, pihaknya hanya melakukan upaya yang bersifat insidental,

Sejumlah Desa di Cibatu Garut Kerap Kekeringan di Musim Kemarau, Ini Penyebabnya
shutterstock
Sawah kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemerintah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menyebutkan, hampir seluruh desa di wilayah Cibatu rawan kekeringan selama musim kemarau.

Dari 11 desa yang dianggap paling rawan mengalami kekeringan, beberapa desa di antaranya, yaitu Desa Cibunar, Cibatu, dan Kertajaya.

Camat Cibatu, Sardiman Tanjung, mengatakan Kecamatan Cibatu adalah salah satu wilayah di Kabupaten Garut yang tidak memiliki sumber mata air.

Praperadilan Cut Tari dan Luna Maya Ditolak, Ini Alasan Hakim

"Dari 17 ribu KK, yang berlangganan air PDAM hanya 1.600 KK. Akibatnya, banyak warga kerap terdampak kekeringan," kata Sardiman saat ditemui di Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Selasa (8/8/2018).


Sardiman mengatakan, bersama pemerintah Kabupaten Garut, pihaknya pernah beberapa kali pernah mencoba untuk membuat sumur artesis, namun gagal.

"Sama sekali tidak ada airnya, makanya tetap mengalami kesulitan air," katanya.

Untuk meminimalisir dampak kekeringan, kata Sardiman, pihaknya hanya melakukan upaya yang bersifat insidental, yakni melakukan pembagian air kepada warga.


"Kami juga mendorong kepada pemerintah daerah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mensuplai air bersih selama musim kemarau," katanya.

Selain itu, berdasarkan informasi, 1.500 hektare persawahan di Cibatu mengalami kekeringan, sehingga banyak petani beralih tanam ke komoditas jagung.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help