Hak Pejalan Kaki Terenggut, Pemkab Garut Akan Tertibkan PKL di Trotoar

Pemerintah Kabupaten Garut melarang, kepada seluruh pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pengkolan Jalan Ahmad Yani, untuk berjualan di trotoar jalan.

Hak Pejalan Kaki Terenggut, Pemkab Garut Akan Tertibkan PKL di Trotoar
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Deretan PKL di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut melarang, kepada seluruh pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pengkolan Jalan Ahmad Yani, untuk berjualan di trotoar jalan.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, akibat banyaknya PKL yang berada di trotoar kawasan tersebut, para pejalan kaki mengalami kesulitan saat melintasi trotoar tersebut.

"Para pejalan kaki terhalang, sehingga memilih jalan lain," kata Rudy saat ditemui di Kantor Setda, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Senin (6/8/2018).

Ketika Gempa Berkekuatan 7 SR Mengguncang Lombok, Ada 2 Ibu Melahirkan Bayi, Ini Info Selengkapnya

Gempa Guncang Lombok, Para Menteri Berhamburan Lari, Yasonna: Kami Lagi Dinner, Goyangannya Besar

Dalam waktu dekat, kata Rudy, pihaknya akan melakukan penertiban dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Garut di kawasan pengkolan Jalan Ahmad Yani.

"Itu adalah wilayah keramaian Kabupaten Garut, di trotoar tidak boleh ada yang berdagang," katanya.

Pejalan kaki di Kabupaten Garut, merasa telah direnggut haknya untuk berjalan kaki di trotoar wilayah perkotaan Garut.


Wilayah yang kerap dianggap paling enggan dilewati oleh para pejalan kaki yakni wilayah perkotaan Garut, tepatnya trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Ciledug, Jalan Pasar Baru, dan Jalan Siliwangi.

Saat melintasi trotoar di beberapa jalan tersebut, para pejalan kaki terpaksa mengalah karena terhalang jongko milik PKL.

Salah seorang warga, Taryana (31), mengatakan, dirinya enggan melintasi trotoar jalan karena risih dengan adanya deretan PKL di sepanjang trotoar wilayah perkotaan Garut.

"Jalan kaki di jalan saja, tidak bisa lewat," kata Taryana. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help