Ori Catatkan Rekor untuk Asih Putra pada Kategori Kolaborasi Kuliner, Seni, dan Budaya

Yayasan Madrasah Asih Putra mencatatkan rekor di Original Rekor Indonesia (ORI) untuk Helaran Seni Budaya Sunda sekaligus akad penerimaan . .

Ori Catatkan Rekor untuk Asih Putra pada Kategori Kolaborasi Kuliner, Seni, dan Budaya
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Yayasan Madrasah Asih Putra mencatatkan rekor di Original Rekor Indonesia (ORI) untuk Helaran Seni Budaya Sunda sekaligus akad penerimaan siswa baru, di Kabuyutan Cipageran (Kabuci), Jalan Kolonel Masturi, Sabtu (4/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Yayasan Madrasah Asih Putra mencatatkan rekor di Original Rekor Indonesia (ORI) untuk Helaran Seni Budaya Sunda sekaligus akad penerimaan siswa baru, di Kabuyutan Cipageran (Kabuci), Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Sabtu (4/8/2018).

Kepala Yayasan Madrasah Asih Putra, Adang Kosasih Ahmad mengatakan pihaknya tahun ini menerima siswa baru sebanyak 405 anak, mulai jenjang day care hingga madrasah aliyah.

Untuk siswa day care, kata Adang ada yang mulai masuk ke Asih Putra sejak usia 6 bulan untuk diasuh.

Bersahabat dan Sama dari Korea, Yu Hyun Koo Ungkap Soal Sikapnya kepada Oh In Kyun saat di Lapangan

13 Awak Kapal Bunga Hati 2 yang Terbalik di Perairan Indramayu Dilaporkan Selamat

"Tahun ini yang masuk ke kami beragam asal wilayahnya, yang intinya banyak dari Bandung Raya. Ada yang masuk pesantren juga sebanyak 12 orang dan kami pun bebaskan biaya pendidikan mereka yang pesantren," ujarnya.

Kesempatan yang sama, Presiden ORI, Agung Elvianto mengumumkan bahwa Yayasan Asih Putra tersebut mencatatkan rekor dengan kategori mengolaborasikan antara kuliner, seni, dan budaya sunda.


Pihak yayasan pun dalam kegiatan tersebut ekstrakulikulernya mendatangkan chef nasional untuk berkolaborasi menghasilkan berbagai macam persatuan tersebut.

"Tadi ada seni lukis, barong, kuliner, dan tari, serta ada penampilan marching band juga sisingaan. Itu menjadi luar biasa karena kami melihat hanya sekolah ini yang mengangkat seni dan budaya. Semoga sekolah lain dapat mengikutinya agar seni dan budaya sunda dapat terkenal," ucap Agung.

Sebagai informasi, Yayasan Asih Putra menurut Adang memiliki proses pendidikan yang bukan hanya fokus pada bidang akademis, melainkan ada lima pilar lainnya, seperti pemahaman dan pembiasaan dalam beribadah agar terbentuk karakter yang baik, penguasaan matematika agar anak dapat menggunakan otak sistematisnya, penguasaan bahasa, penguasaan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi, dan olahrasa. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help