Startup Tripal Tawarkan Wisata Aman

Manakala tren generasi milenial lebih suka intens berwisata dibandingkan berinventasi, dengan sendirinya apapun tawaran paket wisata diminati. . .

Startup Tripal Tawarkan Wisata Aman
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Founder dan CEO Tripal.co Kevin Wu saat mengisi sejumlah acara terkait layanan berwisata bersama Teman Lokal tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kejadian paket wisata bermasalah seperti terjadi di Maroko beberapa waktu lalu, telah lama diantisipasi startup digital binaan PT Telkom Indonesia, Tripal.

Manakala tren generasi milenial lebih suka intens berwisata dibandingkan berinventasi, dengan sendirinya apapun tawaran paket wisata diminati, sekalipun ada insiden open trip bermasalah di Maroko tersebut.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Tripal.co Kevin Wu mengatakan, pihaknya mengantisipasi isu level keamanan sejak membuka layanan unik berwisata bersama guidelokal sejak merilis layanan Mei 2017 lalu.

"Saat merekrut Pal (sebutan tour leader lokal, red), kami mintakan dua kartu identitas. Lalu mitra kami di 24 kota akan verifikasi identitas mereka saat wawancara dan kami lihat kesungguhannya. Tak semua kami jadikan Pal, sekarang daftar antrian menjadi Pal 1000 orang-an, kami tidak sembarangan rekrut," katanya di Bandung, Senin (30/7/2018).

Menurut Kevin, pengamanan tahap berikutnya adalah pengguna layanan dan Pal akan ditinjau secara berkala. Apakah jujur atau tidak, sehingga pihaknya menerapkan sistem rating seperti e-commerce lainnya.

"Ada semacam blacklist bagi Pal yang tidak bagus, atau banyak dikeluhkan pengguna. Kami ingin kedua pihak merasakan kenyamanan saat berwisata dengan cara-cara yang tidak mainstream," katanya.

Sejauh ini, yang menjadi Pal selain tour leader konvensional, ada juga dari profesional seperti penyelam dan fotografer yang biasa menjelajah sebuah kawasan sehingga tercipta kedalaman sensasi berwisata.

Pal sendiri bisa mencantumkan waktu kapan bisa menemani pengguna paket tersebut, sehingga umpama tranportasi daring, sebuah perjalanan wisata bisa terbangun lebih baik karena saling membutuhkan.

"Kami ini memadukan banyak model bisnis e-commerce, tapi spiritnya adalah membuka sebanyak mungkin lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia yang punya pengalaman wisata lokal dan ingin berbagi. Pal bisa dari pekerja kantoran yang cari sampingan di akhir pekan dengan jadi pemandu wisata," katanya.

Tripal.co adalah platform berbasis mobile web dan dekstop yang menyediakan jasa berpelesir bersama penduduk lokal yang lebih mengetahui sebuah kota, tak melulu paket destinasi wisata yang mainstream dan kaku. Sebab, banyak potensi wisata lokal yang masih tidak tersentuh teknologi atau pemasaran digital sehingga tak terdengar gaungnya.

Pengguna bisa mengatur perjalanan wisata bersama penduduk lokal setempat yang tak dikenakan revenue sharing oleh Tripal.co.

Menariknya, pengguna bisa memilih menu untuk 10 jenis perjalanan, di antaranya berpelesir mengeksplorasi sejarah, wisata bawah laut, hingga khusus jalan-jalan kuliner.

Berbekal slogan 'Authentic Trip With Locals', Tripal.co memberikan pengalaman baru bagi pelancong dengan tarif yang diklaimnya tetap kompetitif. Hingga kini, peserta batch 2 tahun 2017 Indigo.id ini sudah tersedia pada 24 kota dengan jumlah Pal setidaknya 300 orang. Sejumlah obyek wisata yang dilayani antara lain di Lombok, Bangka Belitung, hingga Raja Ampat, Papua.

Tripal.co yang sudah menjalin kerjasama dengan Pemprov DKI dalam helatan Asian Games 2018 ini menyebutkan sudah melayani sedikitnya 5.000 perjalanan wisata dan diproyeksikan terus naik seiring tren plesiran masyarakat urban.

"Jenis layanan kami sudah sampai berikan paket wisata halal. Saat ini kami fokus dulu ke wisata lokal, namun ke depan akan kami kembangkan hingga ke Asia Tenggara," pungkas pengurus KADIN Indonesia ini. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help