SOROT

Bisnis Haram di Dalam Penjara, Satu Kamar ''Wah'' Dibanderol Ratusan Juta

Nah, kemarin terkuak bisnis dari dalam penjara yang "pedagangnya" dari pejabat pengelola penjara. Sekali transaksi bisa deal ratusan juta.

Bisnis Haram di Dalam Penjara, Satu Kamar ''Wah'' Dibanderol Ratusan Juta
dokumentasi
Kisdiantoro

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar

SESEORANG yang dipenjara karena tindak kriminal atau kasus korupsi, dia tidak akan serta-merta menjadi miskin karena kehilangan mata pencaharian.

Apa betul demikian? Seorang wanita yang hendak menjenguk suaminya di sebuah penjara di Bandung, mengaku suaminya sudah menjadi "pejabat" dan memiliki penghasilan.

Maka, tiap kali berkunjung, dia tidak seperti keluarga tahanan atau terpidana lain yang kerap membawa segepok uang untuk bekal sang tahanan/terpidana di dalam penjara.

Wanita tersebut mengaku justeru selepas menjenguk bakal membawa pulang uang dari suaminya yang berada di dalam lapas.

Petugas Kemenkumham dari Banceuy, Jelekong, dan Polsuspas Merapat ke Lapas Sukamiskin

Darimana uang itu didapat? Uang itu didapat dari jatah penghuni penjara yang masih yunior, jual beli fasilitas di dalam penjara, dan lainnya.

Kisah semacam ini bukan sebuh rahasia. Di sejumlah media, termasuk Tribujabar pun pernah menulisnya. Artinya, peluang "berbisnis" di dalam penjara itu besar.

Bisnis lain yang dikendalikan dari balik jeruji penjara adalah bisnis narkoba. Banyak pemberitaan mengenai bisnis barang haram yang pengendalinya adalah narapidana.

Omzetnya tidak main-main, hingga miliaran. Bahkan BNN pernah mencatat ada keterlibatan 22 Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia dalam transaski narkoba dan tersambung dengan jaringan narkoba internasional.

Malam Ini Prabowo Ketemu SBY, Demokrat: Capresnya adalah Prabowo, yang Milih Cawapres Prabowo

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan, hampir seluruh Lapas di Indonesia terindikasi sebagai tempat transaksi narkoba.

Halaman
12
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved