Satpol PP Purwakarta Mengaku Kurang Maksimal, Ini Alasannya

Sekretaris Satpol PP Purwakarta mengakui selama ini peran petugas dan jajarannya kurang maksimal. Ini alasannya.

Satpol PP Purwakarta Mengaku Kurang Maksimal, Ini Alasannya
Tribun Jabar/ Haryanto
sejumlah personil Satpol PP Purwakarta saat berada di kendaraan Operasional 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Menanggapi adanya keluhan warga yang menyoroti soal kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Purwakarta, Sekretaris Satpol PP Purwakarta, Aulia Pamungkas mengakui, selama ini peran petugas dan jajarannya kurang maksimal.

Namun, ia beralasan hal tersebut disebabkan keterbatasan junlah armada operasional dan personil.

Hal tersebut dikatakan saat ditemui di kantor Satpol PP Purwakarta, Cipasian, Purwakarta, Senin (23/7/2018).


"Wajar jika kinerja kami dianggap kurang maksimal, armada yang kami miliki saat ini kurang memadai. Tapi, kedepannya keluhan warga ini jadi bahan evaluasi kami di internal," ujar Aulia.

Dirinya menjelaskan, selama ini armada operasional yang dimiliki satuannya jumlahnya sangat minim.

Aulia menyebutkan, pihaknya memiliki satu unit truk dalmas serta tiga unit mobil pikap untuk keperluan patroli.

Hal itupun, kata dia, kondisi kendaraannya kurang memadai karena sudah tua dan penuh karat.

Idelanya, satuannya memiliki tiga unit truk dalmas. Untuk kendaraan patroli sendiri, idelanya tujuh unit.

Selain kekurangan armada operasional, Aulia mengatakan, jajarannya kekurangan personel, karena sebagai Satpol PP tipe A, idelanya berjumlab 351 orang personil.

Dugaan Pungli Dinas PUPR Garut, Ketua Gapensi Garut: Sebatas Isu Semata

Sementara itu, jumlah personil Satpol PP Purwakarta hanya 233 personil. Itu pun, yang statusnya ASN hanya 106 personel saja, dan sisanya merupakan THL dan PTT.

Kekurangan itu pun bukan tanpa alasan, hal itu dilihat dari luas wilayah kerjanya yang mencapai 17 kecamatan.

"Memang sudah butuh penambahan armada dan personil lagi, guna menunjang kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, kinerja kami bisa lebih optimal. Kami berharap ada bantuan dari pemkab," ujarnya.

Sejak Januari 2018, Kejari Majalengka Sudah Tangani Lima Kasus yang Libatkan Anak di Bawah Umur

Penulis: Haryanto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved