50 Jeriken Tuak Diamankan Kodim 0609 Kabupaten Bandung, Dikirim dari Sukabumi ke Ciwidey

tuak tersebut berasal dari Sukabumi yang hendak dibawa menuju Rancabali-Ciwidey

50 Jeriken Tuak Diamankan Kodim 0609 Kabupaten Bandung, Dikirim dari Sukabumi ke Ciwidey
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kodim 0609 Kabupaten Bandung saat mengamankan 50 jeriken tuak yang hendak dibawa ke wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (17/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Kodim 0609 Kabupaten Bandung bersama Korem 062 Tarumanegara dan Satpol PP Kabupaten Bandung mengamankan sebanyak 50 jeriken berisi tuak yang hendak diperjualbelikan, Selasa (17/7/2018).

Tim Intel Korem 062 Tarumanegara, Pelda Anung Affandi, mengungkapkan bahwa tuak tersebut berasal dari Sukabumi yang hendak dibawa menuju Rancabali-Ciwidey yang merupakan tempat penyimpanan tuak.

"Kami amankan 50 jeriken tuak yang dibawa oleh satu orang sopir dan dua orang kenek. Mereka mengaku menjadi kurir yang hanya dikasih upah per orang Rp 100 ribu," ujarnya di Kodim 0609 Kabupaten Bandung, Selasa (17/7/2018) malam.

Tuak tersebut pun kemudian diserahterimakan kepada Satpol PP Kabupaten Bandung melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Kabupaten Bandung, yakni Oki Suyatno.

Lezatnya Sosis Bavarian Rostbratwurst Berbalur Saus Espanyol di Resto Winner Sosis Bandung

"Awalnya kami terima laporan dari warga karena takut terjadi lagi kasus yang sempat terjadi di Cicalengka. Akhirnya, kami pun tindaklanjuti dengan melapor ke pimpinan," ujar Anung.

Dari penuturan Anung, tuak ini rencananya hendak dibawa ke wilayah Kabupaten Bandung. Tuak tersebut berasal dari Tegalbuled, Sukabumi.

"Tadi saat sedang di perjalanan kami ikuti dan tercium bau tuak Saat di wilayah Cipangisikan Rancabali, kami berhentikan," ujar Anung.

Di tempat yang sama, Oki Suyatno mengungkapkan berencana untuk berkoordinasi dengan Satpol PP Sukabumi dan Cianjur, untuk menghentikan adanya pengiriman tuak atau alkohol ke wilayah Bandung.

"Kami ada Perda nomor 9 tahun 2010 tentang tak boleh menjual, menyimpan, dan mendistribusikan barang semacam ini. Kasus ini sudah sering yang berasal dari Tegalbuled tapi ini saya lihat yang membawanya orang baru, jadi ke depan kami akan koordinasi dengan Satpol setempat untuk bisa menghentikan jalur distribusinya," ujar Oki. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help