Home »

Tasik

Sejumlah Pedagang Mengeluhkan Lesunya Penjualan Daging Ayam yang Kian Meroket

Sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, mengaku penjualan ayam mereka mengalami penyusutan semenjak harga ayam naik

Sejumlah Pedagang Mengeluhkan Lesunya Penjualan Daging Ayam yang Kian Meroket
Tribun Jabar/Isep Heri
Pedagang ayam potong di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, mengaku tingkat penjualan ayam mereka mengalami penyusutan semenjak harga ayam naik.

Ihat (46) di antaranya, mengaku pembeli berkurang bahkan hingga 50 persen dari biasanya.

Lesunya daya jual ayam potong dirasakan Ihat bahkan telah terjadi pascalebaran beberapa waktu lalu.

Link Live Streaming Babak Kedua Timnas Indonesia Vs Thailand Piala AFF U-19, Garuda Muda Unggul 1-0

Mantan Peserta Audisi Indonesian Idol Ini Coba Peruntungan Nasibnya di The Voice Indonesia

"Biasanya sehari nyetok sampai 50 ekor (ayam potong), sekarang paling 15-20 ekor," kata Ihat, Sabtu (14/7/2018) siang.

Saat ini, harga daging ayam potong di kios Ihat dibanderol Rp 42 ribu perkilogram.

Menurutnya, harga normal di kisaran Rp30 ribu hingha 33 ribu perkilogram. Akibatnya, Ihat mengaku tak mau mengambil risiko dengan mempertahankan stok daging berlebihan di kiosnya.


"Orang pembeli juga sekarang, mah, susah. Pas pembeli udah tahu harganya Rp42 ribu per kilo, mereka langsung pergi, enggak berani nawar, karena harga segitu udah kemahalan," tuturnya.

Hal serupa diutarakan Yuyu Julaeha (43) yang mengatakan jika tingkat penjualan daging di kiosnya merosot tajam.

"Biasanya sehari bisa sampai 1,5 kuintal. Sekarang, mah, 40-50 kg juga udah Alhamdulillah. Pasokannya juga kurang. Biasanya saya ngambil dari Salopa, sekarang, mah, dari pedagang bandar di sini (Pasar Cikurubuk)," kata Yuyu.

Tingginya harga jual diakibatkan berkurangnya pasokan ayam disejumlah pedagang.

Ojen Al Arifin (38) yang menjual berbagai jenis unggas, termasuk jenis ayam sayur, mengaku kerap kehabisan stok ayam yang biasa dijual di pasaran tersebut.

"Udah lebih dari 10 hari susah nyarinya. Dari distributor di Ciamis juga pasokannya sekarang sedikit. Kalau ada juga langsung habis dibeli penjual ayam potong karena memang lagi susah," kata dia. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help