Cerita Zohri yang Kesulitan Beli Sepatu, Latihan Lari Tanpa Gunakan Alas Kaki

Siapa sangka, setahun sebelum kejuaraan ini berlangsung, tak mudah bagi Zohri untuk membeli sepatu seharga Rp 400.000.

Cerita Zohri yang Kesulitan Beli Sepatu, Latihan Lari Tanpa Gunakan Alas Kaki
IAAF via Kompas.com
Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (tengah) bersama dua atlet AS, Anthony Schwartz dan Eric Harrison 

TRIBUNJABAR.ID - Nama Lalu Muhammad Zohri (18), atlet Indonesia asal Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, NTB, mendadak tenar setelah menjadi juara dunia dalam Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 untuk nomor 100 meter putra di Finlandia (11/7).

Di balik prestasi yang membanggakan rakyat seantero Indonesia ini, tersimpan cerita getir nan haru.

Salah satunya soal sepatu lari yang menjadi bagian penting dalam perjuangannya.

Siapa sangka, setahun sebelum kejuaraan ini berlangsung, tak mudah bagi Zohri untuk membeli sepatu seharga Rp 400.000.

Baiq Fazilla, kakak kandung Zohri, menuturkan, satu tahun lalu, dia meminta kepada kakaknya untuk dibelikan sepatu seharga Rp400.000.

"Dia minta ke saya uang Rp400.000 untuk beli sepatu sebelum berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan pertandingan ke luar negeri. Saya hanya bisa memberikannya uang seadanya. Saya sangat bangga padanya dan dia tak pernah menuntut,” kata Fazilla sembari menyeka air matanya ketika ditemui di rumah mereka, (12/7).

Dia mengaku bangga dengan prestasi yang diraih adiknya itu.

Dia tahu betul perjuangan keras Zohri berlatih di tengah keterbatasan.

Untuk berlatih saja, lanjut Fazilla, Zohri dulu kerap tidak menggunakan alas kaki karena tidak memiliki sepatu.

"Dia anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki (sepatu) karena tidak punya," tuturnya seperti dikutip dari Antara.

Halaman
123
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help