Bupati Berharap Pembangunan Danau Retensi Bisa Dikebut Saat Musim Kemarau Seperti Ini

Pembangunan danau retensi di kawasan Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, terus dilakukan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).

Bupati Berharap Pembangunan Danau Retensi Bisa Dikebut Saat Musim Kemarau Seperti Ini
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Lokasi proyek danau retensi tampak terendam air, satu diantara alat berat beko turut terendam, di Kampung Cieunteung, Desa/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (25/2/2018). Lokasi proyek itu sejak Jumat (23/2/2018) diterjang banjir setelah meluapnya Sungai Citarum. Akibatnya seluruh aktivitasi pembangunan di proyek tersebut dihentikan hingga menunggu banjir surut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pembangunan danau retensi di kawasan Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, terus dilakukan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).

Bupati Bandung Dadang M Naser menilai musim kemarau seperti ini seharusnya pengerjaan kolam retensi Cieunteung ini dikebut.

"Ini moment yang bagus untuk pengerjaan saat kemarau seperti ini. Ngejar untuk menghadapi musim hujan nanti," ujarnya di Soreang, Jumat (13/7/2018).

Aksi Kekerasan Terekam CCTV di Sebuah Tempat Kos, Ini Tanggapan Teman Korban

Ini 5 Rezeki yang Menunggu Lalu Muhammad Zohri Usai Jadi Juara, Buktikan Tak Ada Usaha yang Sia-sia

Danau retensi Cieunteung merupakan salah satu cara pemerintah dalam pengendalian permasalahan banjir di Kabupaten Bandung. Hingga saat ini danau retensi tersebut masih terus dikerjakan oleh BBWS.

"Dikebut (pembangunan) karena peninjauan langsung dari presiden pemerintah pusat dan dari Gubernur Jabar juga," katanya.

Namun berdasarkan evaluasi para ahli, kata Bupati untuk mengatasi banjir ini tidak hanya cukup dengan danau retensi saja. Diperlukan juga terowongan air yang rencananya akan dibangun di Curug Jompong.


"Air ini nantinya akan dialirkan ke Saguling, ketika air meluap, (terowongan) itu dibuka. Dan ketika saat seperti ini (kemarau) terowongan akan ditutup supaya Citarum tetap menggenang," katanya.

Sungai Citarum ini sangat ekstrim, ketika musim hujan, Sungai Citarum ini meluap dan menyebabkan banjir. Dan jika musim kemarau Sungai Citarum ini mengalami kekeringan dan tidak ada air sama sekali.

"Sampai saat ini masih proses tender, DED sudah selesai," ujarnya. (*)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help