Apa yang Membedakan Batik Sunda dengan Batik Lain? Ini Penjelasan Doktor Batik Sunda Asal ITB

Batik Sunda itu tercermin dari orang Sunda yang terbuka (muka), adaptif (merenahkeun), positif (hade hate), dan kreatif (binangkit).

Apa yang Membedakan Batik Sunda dengan Batik Lain? Ini Penjelasan Doktor Batik Sunda Asal ITB
Istimewa
Yan Yan Sunarya, 'Doktor Batik Sunda' dari ITB. Dokumentasi Humas ITB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Yan Yan Sunarya, dosen kriya Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga mempunyai julukan sebagai doktor batik Sunda, tak henti-hentinya mengenalkan batik Sunda dalam setiap kesempatan.

Dia mengenalkan dirinya sendiri sebagai doktor batik Sunda pertama di dunia pada tahun 2014, dan pada tahun 2016 dia diakui sebagai "The First Doctor in Sundanese's Batik" dalam @KoreanUpdates!.

Apa yang membedakan batik Sunda dengan batik yang lainnya?


Yan Yan menjelaskan, sejarah batik dalam masyarakat Sunda berasal dari kata “euyeuk” dan “pangeuyeuk”.

Kata itu terdapat di dalam naskah Sunda Buhun Siksa Kanda Ng Karesian pada abad ke-16.

Dalam naskah itu dijelaskan mengenai bahan, potongan, warna, corak, estetika, dan cikal bakal batik saat ini.

Warna beureum euceuy (merah kuat) dan hejo ngagedod (hijau pekat) merupakan dua di antara sejumlah contoh warna batik Sunda.

“Bagaimana rancangannya, itu ada istilah didadarkeun, wirahma, dilempengkeun, entong paliyas, kade papalimpang. Banyak sebetulnya cuma saja visualisasinya tidak ada, melainkan baru secara literasi saja,” kata Yan Yan saat berbincang di Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Jalan Ganesa, Selasa (10/7/2018), dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar.

Berkenalan dengan Yan Yan Sunarya, Doktor Batik Sunda dari ITB

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help